PETANI di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau mulai sumringah.
Setelah hampir setengah tahun ‘merugi’ karena harga buah kelapa sawit anjlok imbas krisis global, kini harga jualnya mulai membaik.
Dalam sebulan terakhir ini, harga buah sawit di tingkat petani berangsur naik.
Jika di awal Maret 2016 harganya Rp650 per kilo, tapi kini sudah naik Rp50 atau Rp700 per kilo.
Makin membaiknya harga buah sawit ini membuat petani semangat memanen.
Misalnya pada Minggu (20/3/2016), dimana sebagian petani mandiri di Desa Tahai Jaya panen buah sawit.
“Khusus untuk Dusun Sidomulyo, hasilnya lebih dari 5 ton,” tutur Sukoco, seorang pembeli. Sukoco juga membeli buah sawit dari petani Desa Belanti.
Buahnya dihargai Rp750 per kilo lebih mahal dibanding membeli dari Tahai Jaya. Sebab buah sawit dari Belanti diantar sendiri menggunakan mobil pikap ke Dusun Sidomulyo.
Sukoco mengatakan buah sawit dari lokasi transmigrasi ini dijual ke perusahaan PT Agri Bumi Sentosa di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Biasanya buah sawit dari Tahai Jaya ini juga disetor ke perusahan di Kapuas, tergantung dari mana asal si pembeli tersebut.
Dia mengharapkan harga buah sawit dari petani bisa mencapai Rp1.000 lebih per kilo.
“Sebelum krisis global harganya sempat Rp1.200 per kilo,” tuturnya.
Faisal, warga lainnya ikut menikmati panen sawit. Meski dia tidak menanam sawit, tapi dia bisa ikut memanen milik tetangganya.
Praktis, dia pun kini punya penghasilan tetap, meski dua Minggu sekali.
Mayoritas para petani berharap harga buah sawit untuk ke depannya bisa stabil, sehingga mereka lebih giat untuk memelihara tanaman dan untuk memanennya.
Jika harganya baik, maka kesejahteraan para petani akan meningkat dan sejahtera. (B-6)


