BORNEONEWS, Sukamara - Tradisi Betawakan akan memberikan dampak bagi pertumbuhan UMKM apabila menjadi salah satu wisata yang menarik bagi wisatawan.
Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi mengatakan Betawakan merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat setiap menyambut hari besar umat Islam, dan kegiatan ini hanya ada di Kabupaten Sukamara.
"Betawakan ini tradisi yang tidak ada didaerah manapun," kata Ahmadi, Rabu, 17 Mei 2023. Tradisi Betawakan apabila dibentuk sebaik mungkin maka dapat menjadi potesi pariwisata yang juga memberikan efek bagi para pelaku UMKM disekitaran bantaran sungai Jelai.
"Kalau ini kedepannya menjadi pariwisata, maka UMKM-UMKM yang ada disekitaran pada saat hari-hari kegiatan akan menggeliat," ujarnya.
Pemerintah pemerintah daerah akan mengagendakan Betawakan menjadi kegiatan rutin bagi masyarakat Bumi Gawi Barinjam, dimana Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sukamara bisa bekerjasama dengan pihak Panitia Hari Besar Islam (PHBI) setempat untuk pelaksanaan kegiatan.
"Karena budaya betawakan ini biasa dilakukan warga saat perayaan hari raya Idul Adha dan Idul Fitri maka dinas bisa bekerja sama dengan PHBI untuk pelaksanaannya," tukas Ahmadi. (NORHASANAH/R)









