PETANI ikan di Kota Palangka Raya ditargetkan mampu memberdayakan pakan lokal. Dengan memberikan pakan lokal, dapat menyiasati ketergantungan pakan pabrikan atau pallet. Upaya ini menjadi target Walikota Palangka Raya Riban Satia. 


Karena itu, perlu terus dilakukan perberdayaan atau peningkatan kapasitas petani ikan. Salah satunya pelatihan bagaimana memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah ini untuk dijadikan pakan ikan, dengan kualitas yang hampir sama secara gizi, namun berbiaya murah ketimbang palet.


“Harus pintar memanfatkan pakan berbahan sumber daya lokal, mulai dari sayuran dan seterusnya. Ini lebih hemat tetapi tidak mengurangi nilai yang dikonsumsi ikan yang dibudidayakan,” cetus Riban pekan lalu.


Ia mencontohkan, budidaya ikan gurame yang tidak harus diberikan makanan pabrikan. Sejumlah sayuran hijauan justru disenangi oleh gurame dan bisa menumbuhkan mereka seperti halnya dengan pakan dari pabrik yang harganya lumayan tinggi.


Selain itu, Riban juga menyebut, Pemkot ingin mendorong banyak terbangun rumah pakan palet sendiri di daerah ini. Dengan cara itu diharapkan mampu menekan biaya produksi karena pakan menjadi murah. 


Tapi sayangnya, justru bahan baku untuk membuat pallet itulah yang mahal dan bahan campurannya sulit didapat.


“Justru karena masalah inilah, sebaiknya menggalakkan penggunaan pakan dari alam untuk mengurangi beban pakan pallet tadi,” sebut dia.


Salah satu kegiatan yang digalakkan adalah beberapa pelatihan kepada petani budidaya ikan, baik dari kalangan petani keramba maupun petani sistem kolam. 


Pekan lalu, ia mendatangkan pakar dari Yogyakarta yang sukses menggalakkan perikanan organik untuk memberikan pengalaman dan materi kepada petani ikan Kota Cantik ini. 


Selain itu, Riban juga berharap kerjasama yang baik dengan balai pengembangan teknologi pertanian (BPTP) Kalteng dengan adanya taman teknologi pertanian (TTP) yang sudah dibangunnya. 

(RZ/B-12)