BORNEONEWS, Barito Selatan - Bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Desa Tabak Kanilan, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Barito Selatan (Barsel), mubazir karena letaknya tidak strategis.
“Kami sebagai warga enggan datang ke puskesmas tersebut untuk berobat, karena letaknya jauh dari pemukiman penduduk. Sehingga kami lebih memilih ke puskesmas yang terdahulu yang letaknya di pusat kecamatan,” kata Icun, warga GBA kepada Borneonews, Selasa (22/3/2016).
Ia mengatakan, pada 1996 pemerintah saerah merencanakan akan membangun puskesmas baru yang letaknya jauh dari pemukiman penduduk. Warga sempat menolak karena lokasi pembangunannya jauh dari pemukiman penduduk.
Pada saat itu, pihaknya meminta agar melakukan perehaban bangunan puskesmas yang ada. Sebab jika dibangun di lokasi yang jauh dari pemukiman dikhawatirkan tidak ada yang mau berobat.
“Namun pada 1997 pemerintah tetap memilih membangun puskesmas baru daripada melakukan perehaban puskesmas yang ada. Alasannya tanah puskesmas terdahulu bermasalah dengan pemiliknya,” ungkapnya.
Menurutnya, sejak pembangunan puskesmas itu pada 1997 sempat difungsikan selama enam tahun yakni 1997-2003. Namun sejak lantainya runtuh, pelayanan kesehatan dialihkan sementara ke puskesmas terdahulu.
Sejak saat itu, warga enggan kembali berobat kepuskesmas tersebut.
Kepala Puskesmas GBA Ruben melalui pemegang barang Puskesmas, Bambang Suryawan mengakui pada saat itu, warga enggan datang berobat karena lokasinya terlalu jauh.
“Ya mau gimana lagi, karena tanah puskesmas pada saat itu bermasalah dengan pemiliknya. Sehingga jalan satu-satunya puskesmas tersebut harus dibangun ditempat jauh dari pemukiman,” ungkapnya.
Namun semenjak banyak keluhan warga pemerintah mengambil inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan dengan pemilik tanah dengan membelinya. Sehingga sejak 2003 pihaknya tidak kembali untuk menggunakan puskesmas yang jauh lokasinya tersebut.
“Kita akui kalau puskesmas tersebut mubazir, kita mau apalagi walaupun kita pindah lagi kesana warga tetap menolak dan tidak mau berobat kesana,” ujarnya. (URIUTU DJAPER/m)


