BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Bambang Purwanto menyambut baik keinginan kerabat Kesultanan Kotawaringin dan pemuda di Kobar untuk menyusun buku sejarah Kesultanan Kotawaringin.


"Keinginan mulia ini harus didukung, Jika perlu nanti ajukan saja kebutuhan anggaran dan lainnya ke kami," cetus Bupati Kobar Bambang Purwanto, di Cafe Salsa. Senin (21/3/2016) malam.


Bupati meminta, persiapan teknis dan administrasinya terlebih dulu dimatangkan, termasuk pembentukan tim penyusun buku dan narasumber yang kompeten dibidangnya.


Supaya kajian ilmiahnya dapat dipertanggungjawabkan, pinta Bupati, tim penyusun juga harus menggali informasi dari sejumlah pelaku sejarah, tokoh kesultanan dan informasi yang ada di Arsip Nasional. 


Lanjut Bupati, karena masa penjajahan banyak dokumen penting tentang sejarah Kesultanan dibawa ke luar negeri (Belanda), dalam upaya meluruskan sejarah, tim penyusun buku perlu menelusurinya.


"Perlu digali referensi yang komperehensif (mendalam). Kalau perlu dikejar hingga ke Belanda sana," ujarnya.


Menghindari adanya kepentingan politik saat penyusunan buku, anggota tim harus benar-benar independen, sehingga hasilnya murni sebuah karya ilmiah.


Sementara, seorang kerabat Kesultanan Kotawaringin Gusti Yudilah mengakui adanya friksi (perpecahan) di dalam kekerabatan Kesultanan. Meski demikian, pihaknya berjanji akan terus berusaha menyatukan perpecahaan yang ada.


"Kita siap meninggalkan segala perbedaan pendapat, harus sama-sama melihat persamaan," ujar putra Pangeran Muasjidinsyah itu.


Menurut Yudi, generasi berikutnya memiliki hak untuk mengetahui sejarah yang sebenarnya, memahami budaya dan adat leluhur. "Sudah saatnya sejarah, budaya dan adat Kesultanan Kotawaringin masuk dalam mata pelajaran di sekolah, minimal menjadi muatan lokal," serunya.


Ketua KNPI Kabupaten Kobar Sayid Abi Nazar mengaku siap memabantu tim penyusun buku sejarah Kesultanan Kotawaringin jika diperlukan.


"Jika KNPI diperlukan, kami siap memberikan bantuan," tandas pria yang karib disapa Ebes itu. (CR-1)