MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barito Utara (BPS Barut) mengadakan pelatihan bagi petugas lapangan Unit Petanian Perorangan (UTP) pada sensus pertanian Tahun 2023 Gelombang I, di salah satu aula hotel di Muara Teweh, Jumat, 19 Mei 2023.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP), mewakili Kadis Pertanian Husnul Khatimah, dan Diskominfosandi, Kepala BPS Barito Utara Akhmad Nasrullah,

Kepala Badan Pusat Statistik Barito Utara, Akhmad Nasrullah mengatakan, hasil sensus pertanian 2023 merupakan pijakan untuk merancang masa depan pertanian dan pangan ke depan. Sensus Pertanian 2023 diharapkan menjawab Isu Pertanian Global dan Nasional.

“Kunci pertanian pangan global diantaranya, ketahanan pangan, akses mendapatkan pangan, dan keterjangkauan pangan tersebut, kualitas dan keamanan pangan (nutrition) dan keberlanjutan (sustainability) pangan secara sosial, ekonomi dan lingkungan,” kata Nasrullah.

Nasrullah juga mengatakan, ada sejumlah tantangan pertanian dan pangan nasional yang dihadapi diantaranya, masih rendah pengetahuan dan adopsi teknologi pertanian, adanya tekanan permintaan pangan domestik terus meningkat, belum optimalnya dukungan sarana dan prasarana produksi, lemahnya implementasi food losses dan waste management food losses.

Selain itu juga, lanjut dia, hilangnya sejumlah pangan pada tahapan produksi dan distribusi sebelum pada tahapan konsumsi. Sedangkan Food Waste adalah setiap makanan dengan kualitas baik, yang dapat dikonsumsi manusia tetapi karena alasan tertentu tidak dikonsumsi dan tidak dimanfaatkan. 

“Hal ini masih tingginya prevalensi stunting dan gizi buruk di sejumlah wilayah, geing farmers (atau usia petani yang tua) dan sulitnya regenerasi petani, dominasi pertanian skala kecil dan tidak berkelanjutan, semakin banyaknya konversi lahan pertanian, dan adanya dampak perubahan iklim,” ucap Akhmad Nasrullah.  

--page

Peserta yang mengikuti pelatihan petugas lapangan unit patanian perorangaan (UTP) Tahun 2023 berjumlah 60 orang. Dari petugas lapangan sensus (PLS) 47 orang,  pemeriksa lapangan sensus (PML) sebanyak 9 orang dan Koseka (petugas pengawas seluruh pemeriksa lapangan sensus di wilayah tugasnya) sebanyak 4 orang. (RAMADHANI/J)