BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dunia pendidikan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali geger dengan penangkapan 11 tersangka pencurian sepeda motor (Curanmor), yang ternyata beberapa di antaranya masih berstatus pelajar.
Bupati Kobar Bambang Purwanto sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, anak-anak sebagai pelajar yang diharapkan daerah dan bangsa untuk melanjutkan perjuangan dan pembangunan, harusnya tak seperti itu.
"Mereka (pelajar) disekolahkan untuk menimba ilmu, sebagai bekal di masa depannya. Tentunya seiring perubahan zaman, kita semua tahu tantangan akan semakin berat," kata Bambang, Selasa (22/3/2016) via ponsel.
Menurutnya, perkembangan zaman dan kurangnya pemahaman tentang bagaimana pergaulan yang baik dan benar itu, menjadi salah satu penyebabnya. Kejadian itu perlu menjadi pemikiran seluruh pihak, bagaimana caranya agar dunia pendidikan di Kobar tidak lagi tercoreng, sementara prestasi yang diraih sudah begitu banyak.
"Ini gawat. Perlu solusi agar tidak sampai terulang lagi," sebutnya.
Bambang menjelaskan, salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah melalui dinas terkait dan sekolah adalah dengan menggiatkan siraman rohani masing-masing agama. Melalui siraman rohani itu, anak-anak sebagai pelajar wajib mengikutinya, guna mempertebal keimanan.
"Selain itu, sekolah harus memperketat pengawasan di sekolah, dan kita sebagai orangtua saat berada di rumah menjadi tanggungjawabnya," tukas orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Kobar ini.(CR-1/m)


