BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua pelajar SDN Baru 2, Pangkalan Bun, menjalani hukum jemur di pekarangan sekolahnya. Saat itu  Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun mencatat suhu udara mencapai 32 derajat celcius.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (22/3/2016). Seseorang yang mengaku warga Kelurahan Baru memberi tahu bahwa ia melihat ada dua murid SDN Baru 2 di Jalan GM Arsyad, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, sedang dijemur di bawah terik matahari.

Borneonews yang saat itu baru saja akan memarkirkan kendaraan di Kantor Bupati Kotawaringin Barat, seketika berbalik arah menuju SDN Baru 2. Butuh waktu 10 menit untuk mencapai lokasi sekolah yang berada di tepi jalan arah Bundaran Sampah. 

Sesampainya di sekolah itu, tampak dua murid laki-laki berdiri berdampingan di lapangan sekolah yang berhadapan dengan deretan ruang kelas. Kedua murid itu dijemur di depan ruang IIIB, sementara teman-temannya asyik belajar di ruang kelas itu. 

Terlihat wajah letih pada kedua murid berseragan putih merah itu. Borneonews segera mengabadikan peristiwa itu lewat fasilitas kamera pada ponsel.

Tiba-tiba datang seorang guru wali kelas perempuan, lalu diikuti sejumlah guru lainnya. 

"Kenapa hal seperti ini mau di-publish dan dikaitkan dengan dinas. Saya tidak terima dan keberatan. Mereka ini nakal, bandel, mengeroyok teman-temannya," kata guru yang menghukum kedua murid itu berulang-ulang dengan nada marah.

Borneonews juga mendapat omelan dari seorang guru yang berperawakan kecil dengan rambut pendek dan beruban. ia terus saja marah-marah hingga borneonews akan beranjak pergi.

“Begitu saja mau diliput! Itu hukuman yang wajar tidak berlebihan," kata guru perempuan itu dengan nada tinggi di hadapan pedagang sayur yang menawarkan dagangannya ke sekolah itu.

Tidak berapa lama, guru kedua murid itu segera menyuruh mereka masuk ke dalam kelas dan mengikuti proses belajar mengajar.

Menurut guru tersebut, kedua murid tersebut baru lima menit menjalani hukuman. Sementara perjalanan Borneonews dari kantor bupati hingga ke SDN Baru 2 berkisar 10 menit setelah mendapat pemberitahuan dari warga yang tidak dikenal tersebut. (KOKO SULISTYO/m)