BORNEONEWS, Sampit - Malang menimpa Maimunah, 40 . Ia menabrak tumpukan batako di tepi jalan karena berusaha mengejar pelaku jambret yang merampas dompetnya, Kini Ia harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani.


Warga Jalan Delima 10, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, itu menabrak tumpukan batako di pertigaan Jalan DI Panjaiatan-Anang Sentawi, Senin (21/3/2016). Ia pun mengalami luka di bagian kepala, dan mendapatkan beberapa jahitan. Sedangkan kedua anaknya yang berada di belakang hanya alami luka ringan.


“Kami langsung membawa korban ke RS, karena kondisinya cukup kritis,” ujar Andy, salah seorang warga yang membawa korban ke RS, Selasa (22/3/2016).


Kasus tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu korban yang pulang dari tokonya di Jalan MT Haryono hendak mencari makan bersama dua orang anak laki-lakinya menggunakan sepeda motor.


Sesampainya di tempat kejadian, datang dua orang laki-laki mengendarai motor metik, dan langsung memepet korban. Setelah jarak antara Maimunah dan pelaku berdekatan, penjambret tersebut langsung mengambil dompet yang diletakan korban di dasbor motor.


Maimunah yang tidak mau kehilangan uang di dalam dompet, langsung mengejarnya sambil berteriak maling. Namun nahas menimpa dirinya, alih-alih mendapatkan uang itu, malah dia menabrak tumpukan batako yang membuatnya terjatuh. 


Warga yang melihat hal itu langsung menolong korban, dan membawanya ke RSUD Dr Murjani Sampit. “Beruntung nyawa korban dapat diselamatkan, namun pelaku jambret tersebut berhasil kabur,” kata Andy.


Akibat penjambretan tersebut, korban harus kehilangan uang sekitar Rp3 juta hasil penjualan pakaian di tokonya, dan juga dua buah telepon genggam miliknya. Sementara, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Ketapang, yang hingga saat ini masih melakukan penyelidikan. (M HAMIM/B-7)