PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan upaya untuk meningkatkan kebersihan kota Pangkalan Bun dengan membuat sistem kerja baru yang sudah dimulai sejak 1 April 2023. 

Kepala DLH Kabupaten Kobar Fitriyani melalui Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) Nurliani mengatakan, adanya strategi baru dalam meningkatkan kebersihan kota.

"Mulai dari petugas sapuan, pengangkutan, kemudian TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ini saya benahi semua. Petugas sapuan ini akhirnya saya roling tempat kerja, dulunya ada dua mandor sekarang saya jadikan enam mandor, jadi perzona sekarang," katanya pada Jumat, 19 Mei 2023.

Kemudian, ia menjelaskan upaya lainnya yaitu memaksimalkan rute pengangkutan sampah terutama pada jalan protokol seperti di Jalan Sutan Syahrir, Jalan Pakunegara, Jalan A Yani, Jalan Hasanuddin, Jalan Diponegoro, Jalan Iskandar, Jalan Pangeran Antasari.

"Untuk itu kami lakukan pembenahan, akhirnya sekarang semua jalan hampir dilewati oleh angkutan sampah jadi sekarang hampir tidak ada sampah yang tertimbun. Ada 18 rute, 21 rute termasuk yang di Kumai, jadi dari 18 rute angkutan ini karena kami keterbatasan armada angkutan, jadi kita tidak bisa serta merta semua berangkat jadi gantian, dengan gantian armada maka kita memprioritaskan jalan-jalan protokol dulu," jelasnya. 

--page

Dengan begitu, ia membuat strategi dengan mengutamakan kebersihan di jalan-jalan protokol tersebut dengan petugas kebersihan yang berangkat mulai pukul 05.00 sampai batas maksimal pada pukul 08.00 WIB.

"Nanti ke depannya kalau unit kita sudah mencukupi semua, insyallah di jam 5 pagi semua kita berangkatkan, jadi kami sebenarnya juga berharap jam 7 jam 8 jalan sudah steril," ujar Nurliani.

Selain itu, Nurliani menyampaikan DLH Kobar juga sedang mengupayakan meningkatkan kebersihan kota melalui  kerjasama dengan pelaku usaha yang ada. 

"Kami sudah bersurat dari DLH Kobar minta peran serta pelaku usaha, kami minta tong sampah yang ada rodanya. Nah, itu nanti kami akan bagikan ke petugas sapuan, ini alhamdulillah sudah terkumpul sebanyak 40 buah," ujarnya. 

Dengan adanya tong sampah tersebut, para petugas sapuan tidak kesulitan dalam menyapu debu yang ada di jalan protokol sehingga membuat debu tersebut tidak berserakan kemana-mana. 

Lalu, Nurliani menyampaikan harapan lainnya dengan adanya tong sampah maka sampah dari daun maupun ranting kering dapat dimanfaatkan menjadi kompos karena di Kabupaten Kobar telah tersedia rumah kompos yang nantinya hasil kompos tersebut dapat berguna bagi masyarakat sekitar.(NURITA/J)