Penanggulangan kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tenga harus menyeluruh dengan melibatkan semua pihak agar hasilnya lebih maksimal.


“Pihak swasta juga harus terlibat dalam penaggulangan kebakaran hutan dan lahan, terutama perusahaan besar swasta yang langsung berdampingan dengan lahan masyarakat yang ada di setiap desa,” kata Kepala

Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) Sutoyo di kantornya, Selasa (22/1/2016).


Perusahaan swasta harus terlibat membantu, seperti memberikan sosialisasi pencegahan dan penganggulangan secara dini kebakaran hutan dan lahan, maupun membantu peralatan pemadam kebakaran serta peralatan untuk membersihkan lahan bagi masyarakat desa.


Secara internal pemerintah daerah bersama semua instansi terkait juga harus terlibat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Penyelesaian bukan hanya pada pemadaman api, tetapi juga pada upaya pencegahan yang justru menjadi tahapan paling penting.


Pencegahan tidak hanya mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan, tetapi juga memberi solusi yang dapat diterima. Perlu pemberian pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara berladang dan berkebun dengan tidak membakar lahan. Penyuluh pertanian harus aktif mendampingi petani agar bisa bertani dengan cara ramah lingkungan.


“Semoga angka kebakaran bisa kita tekan dan masyarakat akan sadar terhadap dampaknya sehingga sama-sama menjaga lahan dan ladangnya supaya tidak terbakar. Kita semua harus bergandengan tangan untuk mengatasi masalah ini,” harap Sutoyo.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim bersama instansi terkait lainnya meningkatkan kewaspadaan seiring mulai terpantaunya hot spot atau titik panas. Antisipasi dini ini untuk mencegah kebakaran lahan sporadis yang berdampak buruk bagi masyarakat. (ANT/B-8)