PT Perkebunan Nusantara XIII di Kecamatan Pangkalan Banteng mencatat kerugian mencapai miliaran rupiah akibat pencurian karet. Tidak kurang dari 800 ton karet tercatat hilang sepanjang 2015.


Modusnya, sebelum masuk timbangan, ada kepingan karet yang disembunyikan oleh pekerja dan dijual ke tengkulak.


“Ini kerugian riil tahun 2015 saja 800 ton yang hilang dicuri,” ungkap Humas PTPN XIII, Lewis, Selasa (22/3/2016).


Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak PTPN sudah melakukan upaya-upaya dengan memasang plang himbauan yang berisi larangan kepada tengkulak untuk menerima atau membeli karet dari kebun inti. Selain itu pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi terhadap para tengkulak untuk diberikan pemahaman terkait hal itu.


“Kita pasang plang himbauan dilokasi-lokasi tertentu agar kepada para tengkulak tidak menerima hasil karet dari kebun inti,” papar Lewis.


Sementara itu, Kepala Sektor (Polsek) Pangkalan Banteng, IPDA Imam Sahrofi, menjelaskan bahwa pihaknya bersama pihak perusahaan sudah melakukan sosialisasi terhadap para tengkulak agar tidak menerima penjualan karet yang berasal dari kebun inti.


“Para tengkulak kooperatif saja sehingga saat sosialisasi mereka sudah tidak mau menerima lagi karet dari hasil kebun inti,” tegas Imam Sharofi. (KK/B-12)