HANYA empat kecamatan dari delapan yang ikut berpartisipasi dalam lomba Putra Putri Pariwisata Pulang Pisau 2016.
Yakni dari perwakilan Kahayan Hilir, Kecamatan Kahayan Tengah, Banam Tingang, dan Kahayan Kuala. Sedangkan Maliku, Pandih Batu, Jabiren Raya, dan Sebangau Kuala pilih absen.
Plt Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Pulang, Pisau Damek Panahan mengaku kegiatan yang dilaksanakan ketiga kalinya dalam tiga tahun berjalan ini jumlahnya lebih sedikit dan hanya 15 orang.
“Meski pesertanya lebih sedikit, namun dari segi kualitas lebih meningkat dengan pemilihan putra dan putri pariwisata pada tahun lalu,”katanya saat ditemui pada malam grand final, Jumat (18/3).
“Saat ini kita mengumatakan pengetahuan dan pengutamaan penguasaan bahasa asing. Pada grand final peserta, saat ini bisa menggunakan bahasa Inggris dan kesiapan kita berharap ada bahasa asing lainnya yang bisa dikuasai untuk menjadi duta yang mempromosikan pariwisata,” katanya.
Pihaknya sudah melakukan sosiaisasi ke semua kecamatan terkait akan diselenggarakan kegiatan tersebut.
“Pihak kecamatan juga sudah menyampaikan kesemua sekolah dan banyak yang berminat, tapi mungkin belum siap, karena salah satu syaratnya harus menguasai bahasa Inggris,” terangnya.
Dalam penggodokan, Disbudpar Pulpis memperkenalkan situs Rumah Matal Uning sebagai lokasi yang dikunjungi, karena rumah yang sudah berusia ratusan tahun ini merupakan salah satu situs budaya.
Damek berharap dengan mengunjungi langsung, maka peserta bisa lebih mengenal situs sejarah.
Dengan begitu saat telah terpilih menjadi duta putra dan putri pariwisata Pulpis, mereka bisa mempromosikan daerahnya sebagai salah satu daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Pulpis.
Peserta yang tendaftar berjumlah 15 orang, terdiri dari 6 putra dan 9 putri. Nantinya mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang pariwisata. (B-6)


