SEJUMLAH ibu rumah tang­ga di Kasongan me­ngeluhkan masih­ mahalnya harga dagi­ng ayam.

Pasalnya harga daging ayam ras ini rata-rata dijual Rp40 ribu di Pasar Kasong­an maupun Pasar Kereng Pangi.


“Sudah sejak lama harga da­ging ayam potong mahal di atas Rp35 ribu per kilo,” keluh Nana, ibu rumah tangga war­ga Kelurahan Kasongan La­ma, Senin (22/3/2-16).


Menurutnya kini pedagang di Pasar Kasongan menjual da­ging ayam potong Rp40 ri­bu per kilo.


Padahal sebelumnya harga da­ging ayam potong berkisar Rp30 ribu. Akibat daging ayam mahal, Nana mengaku me­ngurangi jumlah belinya.


“Biasanya kita beli sekilo, ta­pi karena mahal ya terpak­sa beli setengah kilo saja,” akunya.


Pasalnya, selama ini keluar­ganya gemar makan daging­ ayam, terutama kedua anak­nya yang masih kecil. “Anak kami paling suka ayam dimasak pakai tepung seperti fried chicken, tapi sekarang tidak tiap hari kita bisa beli karena mahal,” imbuhnya.


Sejumlah pedagang daging­ ayam di Pasar Kasongan me­ng­akui jika harga daging ayam sejak sebulan terakhir me­ngalami kenaikan.


“Kita tidak tahu penyebab­nya,­ yang jelas harga dari pemasok yang naik lebih du­lu, sehingga kita juga menye­suaikan harganya,” sebut Jali, penjual daging ayam di Pasar Kasongan.


Jali mengaku meski harga da­ging ayam mengalami ke­naikan, namun dia minat pem­beli tidak berkurang, ma­lah ada peningkatan.


“Biar harganya mahal, ta­pi warga tetap mencari,” ujarnya. Rudiansyah, distribu­tor­ mengaku jika mahalnya harga ayam karena tidak jarang peternak ayam potong di wilayah Palangka Ra­ya, terutama daerah Tangkili­ng yang berhenti beternak kare­na­ mahalnya harga pakan dan bibit (DOC).


“Kita ­ambil ayam dari Banjarmasin, sehingga mempengaruhi harga.” (B-6)