KANTOR Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kapuas terus berupaya merealisasikan program satu desa satu perpustakaan.
Hingga kini sudah 65 desa yang telah memiliki perpustakaan dari target 58 desa. Kendati sudah melampui target, namun KPAD masih belum puas dengan capaian itu.
Pasalnya dari beberapa bulan sosialisasi yang mereka lakukan, termasuk bupati dan ketua PKK Kapuas yang juga turut mensosialisasikan program satu desa satu perpustakaan, tapi hanya 7 desa saja yang sudah melaporkan memiliki perpustakaan desa.
“Bapak bupati sudah sosialisasi, ibu bupati dan saya juga sudah sosialisasi, tapi hanya diapresiasi oleh tujuh desa. Jadi saya mohon nanti bapak camat supaya bisa melaporkan soal program ini, karena kegiatan kami juga di-online-kan ke pusat,” ujar Kepala KPAD Kapuas, Nor Afiati Selasa (22/3/2016).
Ia melanjutkan menyampaikan, jumlah koleksi buku di KPAD, dari target 41.333 eksemplar terealisasinya hanya 21.810 eksemplar atau 52,77%.
Sedangkan jumlah pengunjung perpustakaan dari target 16.300 terealisasi 33.691 pengunjung.
Sedangkan bantuan maupun sumbangan buku dari berbagai pihak kepada KPAD untuk perpustakaan desa.
Nor memastikan bantuan buku tersebut tidak mereka campur adukan dengan buku dari pengadaan pemerintah.
“Buku dari sumbangan itu tidak kami buat katalognya dan akan kami distribusikan ke desa,” terangnya.
Ia menerangkan jumlah buku bantuan dan sumbangan dari berbagai pihak yang didistribusikan ke desa juga akan mereka laporkan.
Sedangkan buku dari pengadaan pemerintah daerah akan dikatalogkan oleh KPAD karena akan di-online ke pemerintah pusat.
“Jadi memang kami pisah supaya tidak timbul kecurigaan siapa tahu pengadaan buku itu dicampur adukan dengan buku sumbangan. Tidak ada keinginan kami seperti itu, keinginan kami hanyalah semata-mata untuk membuat perpustakaan di desa lebih maju.” (B-6)


