SETELAH beberapa waktu lalu terjadi banjir di sebagian wilayah di Barito Utara, saat ini di kabupaten tersebut giliran banjir ikan seluang.

Masyarakat saat ini banyak yang mencari ikan seluang di sungai, khususnya di DAS Barito.


Sekarang banyak ikan saluang, benangin, gandaria dan babanta yang murik (menuju Hulu) sungai. Musim ikan tersebut rupanya tidak lepas dari peristiwa pascabanjir beberapa waktu lalu.


Ini tidak disia-siakan warga yang tinggal di pinggiran sungai untuk menangkap ikan menggunakan alat berupa jaring seperti haup, rengge, atau jala.


“Dari tadi sudah mencari ikan, kalau sudah capek saya baru berhenti dan sore nanti akan melanjutkan lagi. Sekarang mumpung ikan saluangnya lagi musim,” ucap Ipin, warga Jl Sirkaya, Muara Teweh, yang sengaja menangkap ikan menggunakan jala, Selasa (22/3/2016).


Di sampaikannya, hasil dari pencaharian ikan sebagian akan dikonsumsi sendiri untuk kebutuhan di rumah dan bila lebih akan dijual. 

Sementara itu, Amat salah seorang warga Jl Srikaya Muara Teweh mengatakan, harga ikan saluang dan babanta sekarang ini berkisar antara Rp10 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram (kg). 


“Itu untuk harga ikan yang belum bersiang (bersihkan),” kata Amat.


Sedangkan ikan saluang dan babanta yang sudah dibersihkan harganya lebih mahal, mencapai Rp30 sampai Rp 50 ribu per kg.


Berdasarkan pantauan Borneonews di lapangan, masyarakat berbondong-bondong menuju sungai Barito untuk mencari ikan.

Bahkan ini menjadi pesta tersendiri oleh masyarakat Barito Utara khususnya warga kota Muara Teweh di setiap tahunnya saat musim ikan seperti sekarang ini. (DN/B-5)