Bandit bernama Hendra (25 tahun), tewas diberondong tembakan setelah menikam seorang warga dan dua polisi. Dia diburu olisi karena telah merampok satu rumah di kecamatan Baamang dan dua rumah di Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.


Hendra melakukan perlawanan saat hendak disergap di rumahny, Jalan Sawi Manis, Baamang, Selasa (22/3/2016). ‘’Dia terpaksa kami tembak  menyerang dua anggota dan satu warga yang membantu dalam penangkapan itu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP M Ali Akbar.


Dia tewas setelah ditembak sekitar lima kali pada kedua pahanya. Karena tidak mau menyerah dan malah melarikan diri, polisi akhirnya menembak dadanya hingga tewas.


“Lima tembakan ke kakinya tak membuat dia lumpuh, maka anggota kami menembak dadanya,” ungkap Ali Akbar.


Sedangkan dua polisi yang memburunya, mengalami luka sabetan pisau di dada dan tangan sepanjang 30 cm saat Hendra menyerang mereka. Sementara Zainudin (44), warga yang membantu penangkapan, mengalami luka tusukan sedalam 3 cm di dadanya.


Ditangkap terpisah


Hendra berkomplot dengan Usai (25) dan Amat (26) yang ditangkap lebih duluan. Usai diringkus di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (21/3/2016). Sedangkan Amat dibekuk di rumahnya, Jalan Rindang Setya, Baamang, Selasa (22/3/2016) dini hari.


‘’Keduanya juga ditembak karena melawan dan melarikan diri, tapi tidak sampai mati karena hanya mengena kaki,” kata Ali Akbar.


Polisi belum merinci kasus pencurian yang mereka lakukan. “Masih dalam pengembangan,” ujar Ali. (HM/B-1)