PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran meminta transparansi dan keterbukaan usai mendengarkan tuntutan Masyarakat Peduli Pimpinan Putra Daerah (MP3D) terkait penetapan Pj Bupati Barito Selatan dan Pj Bupati Kotawaringin Barat.

"Jika memang apa yang telah kami usulkan tidak memenuhi persyaratan, sampaikan dengan jelas dan terang benderang apa kekurangannya hingga dipandang tidak layak," sebut Sugianto dalam keterangannya melalui Rilis Pemprov Kalteng, Selasa 23 Mei 2023.

Sugianto turut meminta Kemendagri menyampaikan argumentasi logis telah menunjuk penjabat bupati dari pejabat pusat. "Kalau sudah begini, pusat yang bikin benang kusut, saya dapat tugas mengurainya,” imbuhnya.

Gubernur dua periode ini mengkritik evaluasi dan hubungan emosional penjabat bupati dalam menjalankan tugasnya yang hanya satu tahun.

Menurutnya satu tahun merupakan waktu yang singkat, seseorang harus belajar memahami kondisi daerah dan masyarakat setempat.

--page

"Lalu kapan bekerjanya ? setelah itu ada evaluasi, apa yang di evaluasi ? lima tahun masa jabatan saja tidak cukup untuk menuntaskan visi dan misi," sebut dia.

Sugianto menilai hubungan emosional yang sudah ada akan menjadi daya ungkit dalam percepatan membangun. 

"Sehebat apapun seseorang tanpa hubungan emosional, akan menjadi penghambat dalam melaksanakan tugas-tugasnya," tegasnya. (HERMAWAN DP/R)