BORNEONEWS, Palangka Raya - Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dengan berbagai macam perlombaan tradisional menjadi salah satu ajang untuk melestarikan kesenian daerah.
“(Ini) menjadi ajang yang tepat dalam upaya melestarikan seni dan budaya daerah,” kata Peserta lomba tari kategori pedalaman asal Gunung Mas, Dicky Wahyudi saat di Gor Serbaguna Kalteng, baru baru ini.
Ia menuturkan sebagai perwakilan generasi muda dari Gunung Mas, dalam perlombaan FBIM pihaknya ingin untuk meningkatkan kreativitas, dengan semangat dan sportifitas.
“Selain itu juga sebagai pembelajaran dan cara kami untuk lebih mengangkat kesenian lokal,” katanya.
Dicky mengakui dalam melakukan persiapan mereka memang menemukan banyak kendala, apalagi perlombaan tari yang dibentuk dalam sebuah tim, setiap anggotanya memiliki kesibukan masing-masing.
--page
“Kendala yang paling terasa itu manajemen waktunya, karena setiap anggota tim punya kesibukan masing-masing. Apalagi kami mengikuti perlombaan ini itu dipilih dan bukan melalui seleksi,” tuturnya. (HERMAWAN DP)









