BORNEONEWS, Palangka Raya - Komplotan maling mencuri 500 ponsel berbagai merek dari Toko Pelangi Ponsel di Jalan Pilau, setelah gagal membobol Toko Anugrah Komputer, di Jalan RT A Milono, Palangka Raya.
Peristiwa pembobolan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB atau setelah gagal beraksi di Toko Anugrah Komputer pada pukul 02.00 WIB, Rabu (23/3/2016).
Modusnya juga sama, yakni menggunakan alat pemotong besi untuk membuka pintu Ponsel Pelangi. Namun di Ponsel Pelangi lebih cepat ketimbang membobol pintu Anugrah Komputer. Sebab, tinggal memutus gembok pintu berjenis rolling door, toko ponsel itu sudah terbuka.
Sedangkan di Toko Anugrah Komputer memotong besi pintu harmonika dari bawah sampai atas.
Pembobolan di toko ponsel tersebut telah dilaporkan korban berinisial Sn, 31, ke Polsek Pahandut.
Menurut ceritanya, sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (22/3/2016), ponsel itu ditutup. Kemudian korban tertidur pada pukul 24.00 WIB. Pembobolan itu baru diketahui ketika hendak mengantar anak sekolah sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu (23/3/2016).
Saat keluar dari tempat usahanya itu, ia melihat pintu rolling door sudah sedikit terbuka. Merasa curiga, korban langsung mengecek ke dalam. Tak disangka, ponsel berbagai merek dengan kisaran harga paling murah Rp1 juta dan paling mahal Rp4 juta amblas.
Pelaku yang diduga lebih dari dua orang mengeruk seluruh ponsel mahal, kecuali ponsel buatan China dengan kisaran harga Rp800 ribu ke bawah yang ditinggal.
Diduga pelaku menggunakan mobil untuk mengangkut barang curian itu. Lebih apes lagi buat korban karena pelaku menggondol ponsel langsung lengkap dengan kotak ponsel sehingga bisa saja mudah diperjualbelikan.
Kapolsek Pahandut AKP Ani Maryani mengatakan telah menerima laporan pencurian dengan pemberatan di ponsel itu. Usai menerima laporan, Ani langsung menerjunkan Tim Buru Sergap untuk melakukan pencarian.
Namun demikian Ani belum bisa memastikan jika pembobolan di Toko Anugrah Komputer dan Toko Pelangi Ponsel orangnya sama meskipun modusnya sama.
"Masih dalam penyelidikan. Modusnya memang sama dengan cara memotong menggunakan alat pemotong besi," kata Kapolsek. (BUDI YULIANTO/m)


