PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh mengatakan dalam rangka untuk memajukan daerah pastinya perlu diimbangi dengan pemikiran luas secara global. Hal ini harus bisa dilakukan oleh masyarakat secara umum di provinsi ini.

Menurutnya, daerah akan lebih cepat maju apabila masyarakat dapat mengimbangi pola pikir itu, melihat berbagai hal melalui beragam sudut pandang, tidak hanya melihat dari satu sisi saja. Maka dari itu, pembangunan yang dilakukan pemerintah sangat perlu didukung.

"Jika masyarakat ingin maju, maka salah satu aspek utama yang harus diubah yaitu minset atau pola pikir. Karena, dalam memajukan daerah itu tidak harus mempertimbangkan dari satu pemikiran dan sudut pandang tapi perlu dilihat dari berbagai sudut pandang," ucapnya, Jumat, 26 Mei 2023.

Disebutkannya bahwa, selama masyarakat tidak mampu mengubah pola pikir maka hal itu dapat mempengaruhi laju perkembangan suatu daerah. Sehingga, jangan sampai hal itu terjadi, pembangunan yang bersifat lokal memang perlu diperhatikan , akan tetapi yang bersifat luas juga penting dan keduanya harus beriringan.

Artinya kepentingan lokal tetap terakomodir dan kepentingan pusat bisa berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan, dan hal ini tentu akan saling menguntungkan serta masing-masing kepentingan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, Provinsi Kalteng merupakan bagian daripada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang pastinya menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, persatuan dan kesatuan, dengan tetap mengedepankan falsafah Huma Betang.

Oleh karena itu sangat diharapkan kedepan masyarakat bisa mengubah pola pikir dan mendukung program-program serta kebijakan yang direalisasikan oleh pemerintah, demi untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di Bumi Tambun Bungai.

--page

"Intinya, kita harus tetap berpegang teguh pada Pancasila karena kita merupakan bagian dari NKRI. Hanya tinggal bagaimana kedepannya kita mengubah pola pikir itu untuk mampu berpikir luas tanpa harus membawa hal yang bersifat sara serta berpotensi memecah persatuan dan kesatuan," tukasnya. (DONNY D/J)