MANTAN Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan perairan atau sungai di Provinsi Kalimantan Selatan memerlukan perhatian serius dari semua pihak, karena tingkat pencemarannya cukup tinggi.
“Pencemaran itu bukan saja berupa bakteri koli, tapi berbagai limbah yang baik secara langsung atau tidak langsung bisa membahayakan kesehatan bagi yang mengonsumsi,” katanya di sela-sela Pembinaan Teknis Penilaian dan Rapat Kerja Teknis Penilaian Adipura di Banjarbaru, Rabu (23/3/2016).
Pria yang kini kembali menjadi dosen di program pascasarjana lingkungan hidup di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, itu mengaku meski sudah tidak menjadi menteri, dirinya masih sering menerima informasi tentang tingkat pencemaran air sungai di Kalsel.
“Kalau mengenai pencemaran bakteri koli, kita dapat mengatasinya antara lain dengan cara tidak membuang hajat (air besar) ke sungai.
Memang perilaku masyarakat Kalsel belakangan sudah berkurang kebiasaan buang air besar ke sungai. Hal itu terlihat dengan berkurangnya jamban di sungai,” ujarnya.
Namun, ada hal lain yang juga memerlukan perhatian bersama, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai. Yakni agar membuat kamar mandi permanen supaya tinja yang merupakan biang bakteri koli tidak merembes keluar.
(Ant/B-3)








