PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Dewan Juri Lomba Mangenta, Effrata menyampaikan dalam lomba Mangenta salah satu aspek yang dinilai adalah kerja sama atau tanggung jawab dalam pembagian tugas.

Selain itu, ada aspek lain yang turut dinilai seperti teknik dan proses pembuatan, kecepatan dan ketepatan waktu, kesempurnaan dan cita rasa, kebersihan dan penyajiannya.

“Peserta lomba mangenta beranggotakan lima orang, terdiri dari tiga orang penumbuk, satu orang memegang penguir sambil menumbuk, satu orang memasak, dan satu orang menghidangkan,” ungkapnya.

Pada lomba mangenta, peserta lomba menggunakan busana daerah setempat seperti pakaian petani/kebaya daerah.

Mangenta sendiri merupakan proses pembuatan kenta salah satu makanan khas Dayak Kalteng yang terbuat dari beras ketan yang disangrai di atas tungku kayu.

--page

Kebiasaan ini pada zaman dahulu merupakan kegiatan kaum petani yang bersyukur atas dimulainya panen padi pada saat musim tiba untuk menuai. (HERMAWAN DP/Y)