JAJARAN Direktorat Intelkam Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah yang tergabung dalam Subsatgas Deradikalisme menggelar sosialisasi tentang radikalisme.
Sosialisasi yang melibatkan tokoh masyarakat, adat, dan agama itu digelar di Aula Polres Sukamara, Rabu (23/3/2016).
Kepala Bagian Analisis Direktorat Intelkam Polda Kalteng AKBP Kisnadi mengatakan, sosialisasi mengenai radikalisme digelar dengan tujuan untuk menyamakan persepsi tentang cara mengantisipasi munculnya paham radikal yang belakangan mulai banyak bermunculan.
“Semakin meluasnya embrio paham radikal yang berkembang saat ini membuat masyarakat harus lebih waspada. Untuk mengatisipasi masuknya paham radikal yang nantinya dapat menjadi gerakan radikal, harus dilakukan pendekatan secara psikologis,” kata Kisnadi.
Ia melanjutkan, saat ini telah adanya tiga tim yang bekerja memantau kemungkinan adanya gerakan atau embiro radikalisme.
Salah satunya tim lidik yang bertugas melakukan pemetaan dan pendataan terhadap daerah atau kelompok yang terindikasi menganut paham radikal.
“Kita akan deteksi sedini mungkin paham radikal di wilayah Kalimatan Tengah” ujar dia.
Kisnadi melanjutkan, radikalisme yang muncul sekarang ini lebih banyak mengarah pada agama. Hal itu disebabkan beberapa faktor, seperti ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan kurang atau tidak memahami ajaran agama yang sesungguhnya.
Di samping itu, minimnya kegiatan dialog antarumat beragama juga bisa menjadi salah satu pemicu.
Lebih mengerti
Masih pada kegiatan yang sama, Kepala Kepolisian Resor Sukamara AKBP Heri Sulistya, berharap adanya sosialisasi tentang radikalisme bisa membuat masyarakat lebih mengerti dan memahami tentang paham radikal. Sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin dan tidak menyebabkan keresahan.
“Dengan adanya satu polisi satu desa diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang deradikalisasi sehingga masyarakat benar-benar memahami dan mengetahui bahaya radikalisme dan dapat segera diantisipasi, khususnya di Kabupaten Sukamara,” kata Kapolres.
Deradikalisasi sendiri mengandung makna langkah untuk merubah sikap dan cara pandang yang dianggap keras menjadi lunak. (B-3)


