MASIH ada warga yang menggunakan cara membakar untuk membuka dan membersihkan lahan. Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendeteksi setidaknya sudah ada lima titik panas yang tersebar di beberapa wilayah di Kalteng.
Minggu (20/3/2016) sore, asap mengepul di lahan kebun milik warga di Jalan Sinar Kahayan, Lingkar Luar Kota Palangka Raya. Jaraknya sekitar lima kilometer dari jalan besar dan untuk sampai ke lokasi, tim patroli terpadu harus melewati jalan setapak.
Kapolsek Sebangau, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Supriyanto di lokasi menyatakan untuk kasus karhutla, kepolisian akan bertindak tegas sesuai arahan pimpinan. “Kita akan lakukan penyelidikan siapa pelaku pembakaran dan akan kita tindak,” kata dia.
Kepala Manggala Agni Daerah Operasi I Manggala Agni Arsut Noke memaparkan, di wilayah Palangka Raya titik api terdeteksi di wilayah Kecamatan Bukit Batu dan Sebangau. Api tersebut adalah sampah hasil membersihkan lahan milik warga.
“Kebakaran tidak meluas, di lokasi hanya terdapat kumpulan sampah bekas membersihkan lahan yang dibakar. Sementara ini yang terdeteksi pembakaran dilakukan oleh oknum warga untuk membersihkan lahan,” kata Noke di Palangka Raya, Minggu (23/3/2016).
Sebelumnya, Komandan Satuan Tugas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah Komandan Korem 102/Panju Panjung Kolonel Purwo Sudaryanro meluncurkan tim patroli daerah operasional (Daops) I di Kalampangan. “Tugasnya melihat adanya indikasi sumber api khususnya di titik panas dan mencatat kordinat wilayah yang rawan,” jelasnya.
Terkendala Anggaran
Supaya upaya pencegahan lebih optimal, Tim manggala agni menyiapkan beberapa blok kanal di wilayah rawan terbakar. Namun demikian, mereka belum bisa membangun sumur bor dan embung karena terkendala anggaran.
Sampai saat ini baru ada sekitar 292 sumur bor yang artinya jauh dari sasaran. Padahal secara keseluruhan Kalteng membutuhkan 2.000 sumur bor. Akibatnya, beberapa embung yang belum selesai tak dapat dianjutkan.
Melihat hal itu, pemerintah provinsi Kalimantan Tengah menggandeng pihak swasta untuk membangunnya. Ada lima pengusaha yang masing-masing akan membangun 160 sumur bor dan sudah menandatangi kesepakatan.
(CA/B-10)


