Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah persiapan secara serius menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN). Sebab, PLN Kalselteng sudah menyatakan tidak berani menjamin tiada pemadaman saat berlangsungnya UN. Bakan diperkirakan sampai Juni pun masih ada pemadaman.


Wakil Walikota Mofit Saptono mengakui pihaknya ada rencana memanggil dan mendudukkan pihak PLN Area Palangka Raya sesegera mungkin. ”Tentu kita harus lakukan itu, dan mudah-mudahan segala persoalan bisa teratasi. Terkait pemanggilan itu ya setelah minggu ini-lah,“ katanya, Rabu (23/3).


Mengenai apa yang akan dibicarakan dengan PLN, apakah mendesak atau ada permintaan jaminan agar sekolah yang akan melakukan UN diprioritaskan tidak dipadamkan pada jam UN, Mofit mengaku masih belum ke arah itu.


“Kita mendengar dulu penjelasan dari  PLN terkait kesiapan itu (menghadapi UN). Sampai sekarang kan masih belum mendengar penjelasan resmi. Harapan kita kalau bisa selama kurun masa persiapan UN dimana anak didik belajar, tentunya bisa difasilitasi,” pintanya.


Dianya apa antisipasinya? Mofit mengatakan pihaknya mengakali dengan menyediakan genset untuk menghidupi lampu dan komputer.

Sebab diantara pelaksaan UN, ada sekolah yang sudah siap melakukan UN berbasis komputer atau online.


Ditanya lebih lanjut apakah genset sudah disiapkan Pemkot, atau bahkan sudah ada sekolah yang sudah dibantu genset? Mofit justru mengatakan pihaknya masih akan menunggu dulu data dari dinas pendidikan dan kebudayaan. (RZ/B-12)