PLN berusaha merealisir janji-janjinya. Empat dari 10 unit mesin pembangkit listrik kapasitas 5,6 megawatt (MW) dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah tiba di PLTD Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (23/3/2016). Itu bagian dari realisasi janji PLN dalam mengatasi krisis listrik di <>Bumi Marunting Batu Aji<>, seperti disampaikan kepada pendemo, Senin (21/3/2016).
Kepala Rayon PLN Pangkalan Bun Purwanto menjelaskan, saat ini mesin belum terpasang. Karena jalan masuk ke area pondasi mesin tersebut belum siap dilalui. Diperkirakan, hari ini, Kamis (24/3/2016) proses pemasangan mesin mulai direalisasikan, dan selesai 5 April mendatang.
Teknisi sedang mengerjakan pengerasan jalan agar mesin tersebut bisa ditempatkan yang disediakan di PLTD Kumai. Enam mesin lainnya, Rabu ini juga telah dinaikkan ke truk dan direlokasi ke Kobar.
Menurut Purwanto, karena beratnya, setiap truk hanya bisa mengangkut satu mesin. “Pengemudi juga harus berhati-hati mengemudikan truknya. Karena itu, sekali angkut truk pembawa mesin listrik ini membutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan. Kami berharap, tidak ada kendala berarti selama proses pengangkutan dan penginstalan mesin tersebut di PLTD Kumai.”
Dengan adanya tambahan 10 mesin lisrik ini, PLN Kobar bisa menghindari hilangnya kapasitas daya mampu jika mesin pembangkit listrik mengalami kerusakan. Jika terjadi gangguan mendadak, kapasitas daya listrik yang hilang hanya 600 kilowatt (KW).
Dalam unjuk rasa yang diinisiasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kobar, Senin lalu, Purwanto menjanjikan segera mengatasi biarpet di Bumi Marunting Batu Aji. Para pendemo, mendesak Purwanto menandatangani surat pernyataan bermaterai, siap mengundurkan diri jika tak bisa merealisir janjinya.
Para pendemo diwakili antara lain Penasehat KNPI Kobar Rudi Irawan, Ketua KNPI Kobar Sayid Abi Nazar Al Habsyi, Wakil Ketua Yasan dan tokoh Pemuda Kelurahan Raja Seberang Koko Sulistyo. (YD/*).


