BORNEONEWS, Kupang - Menara sekaligus gedung Flobamora di Markas Korem 161 Wira Sakti Kupang, Nusa Tenggara Timur yang dibangun sejak 2006 dirobohkan dengan alasan faktor keamanan karena sudah sangat lama dibangun.
Pjs Kepala Penerangan Korem 161 Wira Sakti Mayor Inf Arwan Minarta dalam keterangan, Minggu 28 Mei 2023 mengatakan menara setinggi 30 meter dibangun pada masa Danrem ke 27 Kolonel Inf Arif Rahman.
“Dirobohkan menara itu karena alasan keamanan dan konstruksi bangunannya juga sudah sangat tidak layak,” katanya.
Selain itu juga dengan kondisi wilayah Kota Kupang yang sering diterjang badai seperti angin yang kencang serta gempa bumi akan sangat berbahaya bagi seluruh anggota yang bekerja di Makorem 161/Wira Sakti.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir juga kata Arwan, sejumlah ruangan di lantai menara tersebut juga tidak difungsikan lagi sebagai kantor, sehingga hanya lantai paling bawah saja yang difungsikan sebelum dirobohkan.
Dia menambahkan yang paling penting bahwa sebelum dirobohkannya Menara Flobamora, Korem 161 Wira Sakti telah melalui prosedur perizinan ke Kodam IX Udayana.
"Dirobohkan Menara Flobamora Korem 161 Wira Sakti ini juga telah mendapat persetujuan dari Pangdam IX Udayana pada Surat Pangdam IX Udayana Nomor : B/387/II/2023 tgl 17 Pebruari 2023 tentang persetujuan pembongkaran bangunan Menara Flobamora Korem 161 Wira Sakti dengan pertimbangan bangunan dalam kondisi rusak berat, sudah tidak layak pakai dan tidak masuk dalam Simak BMN serta tidak terdaftar dalam Buku Inventaris tanah/bangunan Kodam IX Udayana," jelasnya
Kemudian setelah di cek oleh Zidam IX Udayana, direkomendasikan Zidam IX Udayana untuk dilaksanakan pembongkaran.
--page
"Hal ini berdasarkan Surat Kazidam IX Udayana Nomor: B/216/II/2023 tanggal 28 Pebruari 2023 tentang persetujuan pembongkaran bangunan Menara Flobamora Korem 161 Wira Sakti dengan pertimbangan bangunan dalam kondisi rusak berat dan sudah tidak layak," tutupnya.
Pewarta yang melintasi Makorem 161 Wira Sakti Minggu 28 Mei 2023 menyaksikan bahwa menara tersebut sudah rata dengan tanah, beberapa alat berat terlihat mengangkut puing-puing bangunan dari menara tersebut.
ANTARA









