BORNEONEWS, Sampit - Lokasi kejadian kecelakaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia di Jalan Ir. H juanda, Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) minim lampu penerangan jalan.
Dari pantauan langsung dari lokasi kejadian, jalan tersebut rawan terjadi kecelakaan ditambah tidak adanya marka jalan di jalan itu juga rumput yang berada dipinggir jalan sangat lebat dan tinggi. Sehingga mengganggu penglihatan pengendara yang melintas dijalan tersebut.
"Untuk kejadian yang parah seperti ini baru sekali ini. Tapi jalan sekitar sini sering terjadi kecelakaan karena jalan gelap dan pengendara yang lewat juga melaju dengan kencang," kata Bahniah warga Desa Pelangsian. Minggu, 28 Mei 2023.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan lampu penerangan jalan karena jalan tersebut sering dilalui masyarakat yang hendak bepergian keluar kota maupun dalam Kota Sampit.
"Karena jalannya ini sudah mulus seperti ini jadi jalan ini menjadi jalan alternatif masyarakat untuk bepergian," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, Insiden kecelakaan maut adu banteng yang mengakibatkan dua orang pemua meninggal dunia di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sabtu, 27 Mei 2023. Sekitar jam 23.WIB.
Kejadian tersebut berawal dari keduanya melaju dari arah berlawanan dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan nopol KH 2255 LF yang dikendarai oleh G (24) berboncengan dengan T (25) melaju dari arah urata menuju arah selatan.
--page
Sesampainya di lokasi kejadian setalah melewati tikungan datang dari arah berlawanan sepeda motor jenis Yamaha MX King tanpa nomor polisi yang dikendarai oleh F (18) berboncengan dengan MT (14) dengan sangat kencang.
"Karena kendaraan yang terlalu kencang dan jarak terlalu dekat sehingga kecelakaan tersebut tidak bisa dihindarkan," kata Kasatlantas Polres Kotim AKP Azmi Halim Permana. Minggu, 28 Mei 2023. (BUDDI RAHMAT H/R)









