BORNEONEWS, Sampit - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menolak rencana pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kotawaringin merelokasi Bandara H Asan Sampit ke wilayahb dekat Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
“Tidak perlu dilakukan relokasi, buang-buang uang saja. Saya tidak pernah juga dapat usulan,” kata Ignasius Jonan saat berkunjung ke Bandara H Asan Sampit, Rabu (23/3/2016).
Daripada melakukan relokasi bandara yang membutuhkan biaya cukup banyak dan terkesan menghambur-hamburkan uang negara, pemerintah lebih baik konsentrasi mengembamngkan Bandara H Asan Sampit.
Jonan sengaja berkunjung ke Sampit untuk melihat langsung bagaimana kondisi Bandara H Asan Sampit, terutama kelayakan terminal penumpang. Saat itu semua ruangan terminal bandara termasuk juga ruang ganti tidak luput dari perhatian Jonan.
Dari hasil surveinya itu dia mengatakan, Bandara H Asan Sampit masih layak untuk diterbangi. Hanya saja perlu modernisasi terminal Bandara sehingga mampu menampung banyak penumpang dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
“Terminalnya harus dimodernisasi, mungkin kira-kira satu setengah ini atau dua kali lah,” ujarnya.
Sementara itu ditanya terkait fasilitas bandara serta rencana memperpanjang run way bandara, dan kelengkapan fasilitas sehingga bisa melayani penerbangan hingga pada malam hari, Jonan mengatakan hal itu tidak perlu dilakukan.
“Ini antara dua operasinya mau dipanjangkan sampai malam atau seperti apa. Kalau movemannya cuma sampai 14 kali dan penerbangan sampai jam 5, fasilitas ini sudah ok. Kalau untuk landasan tidak perlu, emang mau dibuat apa,” katanya.
Kunjungan Jonan di Bandara Haji Asan Sampit hanya sebentar saja, sekitar 20 menit, dan langsung kembali terbang. Kunjungannya itu hanya ingin memastikan bagaimana kondisi Bandara H Asan Sampit, termasuk apa-apa yang perlu dilakukan perbikan dalam pelayanannya.
Saat Jonan di Bandara, petugas di Bandara itu sangat sibuk. Ketika Jonan hendak masuk ke ruang tunggu pun diperiksa petugas. Jaket dan semua peralatan yang dibawa diperiksa layaknya penumpang pada umumnya. (RAFIUDIN/m)


