BORNEONEWS, Palangka Raya - Sabar memanglah terlihat sabar. Bapak dari seorang banci bernama Aulia Faradila, 31, Kamis (24/3/2016) sekitar pukul 09.30 WIB itu terlihat tegar. Bahkan ia tak sedikitpun menitikan air mata.


Dia datang dan melihat serta mencium sendiri aroma tak sedap keluar dari jasad korban. tercium. Warga Jalan Wortel VI, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, itu diperkirakan sudah meninggal dunia sejak tiga hari lalu.


Menurut Sabar, suami dari Ajyan (alm), korban merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Sudah sejak remaja korban mulai rutin mengenakan pakaian perempuan,meskipun berjenis kelamin laki-laki.


"Kesehariannya pakai pakaian perempuan itu. Model kaya bencong. Di sini sudah agak lama," ujar warga Jalan Jati ini.


Secara pasti, Sabar tidak mengetahui pekerjaan korban. Yang ia tahu adalah serabutan, tapi kadang terdengar sebagai seorang makelar. Namun ia tidak tahu pasti makelar apa.


Sementara itu, dalam identitas diri korban berupa SIM A, terdapat tulisan berjenis kelamin wanita. Bahkan korban sendiri ketika foto close up mengenakan kerudung. Masa berlaku SIM A tersebut sampai pada 26 Juni 2016.


Namun ketika korban ditemukan tewas dalam kondisi tidak mengenakan celana dalam, jenis kelaminnya laki-laki. Di tempat dia tergeletak juga terdapat darah yang diduga muncul dari gelembungan tubuh korban yang memecah. (BUDI YULIANTO/m)