BORNEONEWS, Palangka Raya - Aroma tak sedap tercium oleh Haji Mahyani, 55. Aroma itu muncul dari rumah dengan model bangunan BTN, di samping rumahnya, Jalan Wortel VI, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kamis (24/3/2016) pagi.   


Sesaat kemudian, terselip rasa curiga jika aroma itu adalah sumber dari tubuh penghuni bernama Aulia Faradila, 31, yang sudah meninggal dunia. Namun Mahyani tidak langsung membuktikan kecurigaannya itu tanpa seorang teman.


Pria yang mendirikan usaha warung di tempat itu lalu menghubungi pemilik rumah BTN bernama Korsena, 65, warga Jalan Wortel induk. Dalam perbincangan itu, Mahyani menanyakan kepada Korsena apakah benar rumah di sampingnya itu miliknya?


Korsena menjawab iya. Mahyani lalu menjelaskan tentang kecurigaannya tersebut. Tak berselang lama, Korsena datang dan benar ada aroma tak sedap yang diciumnya. Dia bersama Mahyuni lalu mendatangi ketua RT setempat guna membuktikan tanda tanya itu.


“Setelah saya dihubungi pemilik warung ini (Mahyani), saya langsung datang. Kemudian memanggil ketua RT. Nah, kesepakatan kami masuk lewat belakang karena hanya terbangun dari seng. Sebab kalau dari depan susah karena kunci di dalam menempel. Nah ketika masuk untungnya pintu tengah tidak terkunci,” ucap Korsena.


Kecurigaan mereka terbukti. Aulia Faradila yang kesehariannya selalu mengenakan pakaian perempuan, atau sebut saja waria ini, ditemukan tergeletak tewas di bagian ruang tengah dalam posisi terlentang.


Tubuhnya menggelembung dan membiru serta mengeluarkan aroma tak sedap. Tidak hanya itu, kondisinya juga tanpa mengenakan celana dalam. Di depannya terdapat kipas angin yang masih menyala. Kemudian terdapat aliran darah kering di sekitar tubuhnya. Diduga, darah tersebut keluar akibat pecahnya bagian gelembungan tubuhnya itu.


Menurut Korsena, Aulia memang selalu mengenakan kerudung ketika keluar rumah. Pakaiannya juga perempuan. Dia bahkan mengira kalau Aula adalah benar-benar perempuan. Hal yang sama juga dilontarkan Mahyani. Di rumah tersebut, Aulia sudah dua kali membayar kontrak. Kira-kira, Aulia sudah tinggal sekitar 1,4 tahun.


Selanjutnya, di depan rumah itu, terdapat Avanza KH 1579 AQ yang terparkir. Kapolres Palangka Raya AKBP Jukiman Situmorang menyebut mobil itu milik salah satu rental di Palangka Raya yang disewa korban pada Minggu (20/3/2016) malam.


Namun sejak disewa, korban tidak berjalan kemana-mana. Ini diketahui dari GPS yang terpasang di mobil itu tidak berjalan. Kemudian dari hasil olah TKP, polisi menemukan tujuh minuman beralkohol berbagai merek (belum terbuka) di dalam rumah (bukan dalam mobil), serta tiga suplemen.


Juga terdapat obat sakit kepala yang beberapa butirnya sudah diminum. Lalu seluruh pakaian milik korban adalah perempuan. Jukiman memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban. Meski demikian, polisi akan mendalami dan melakukan otopsi terhadap korban di RSUD Doris Sylvanus.


Aulia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan Sabar dan Ajyan (alm). Sabar juga datang ke tempat kontrakan anaknya itu. Meski hatinya sedih, dia tetap terlihat tegar. Ia juga menyebut jika Aulia bergaya layaknya seorang perempuan, meski berjenis kelamin laki-laki. (BUDI YULIANTO/m)