NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tahun ini Pemkab Lamandau telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk melakukan perbaikan Jembatan Sungai Taki di Jalan Tjilik Riwut, Desa Kujan, Kecamatan Bulik.

Perbaikan jembatan ini dinilai cukup mendesak dan perlu segera mendapat penanganan karena kondisinya yang parah, bahkan saat ini jembatan itu sudah tidak bisa dilalui pengendara.

Bupati Lamandau, Hendra Lesmana mengungkapkan pembangunan jembatan itu memang sudah lama diusulkan untuk segera diperbaiki, karena sangat membahayakan pengendara yang melintas. Kondisi permukaannya telah anjlok sekitar setengah meter, namun tahun lalu telah mendapat penanganan darurat dengan ditimbun tanah.

Sementara bagian lantai bawah dan pondasinya sudah rusak parah. Kemudian oprit jembatan yang merupakan segmen jalan yang menghubungkan jalan raya dengan jembatan mengalami penurunan akibat tergerus banjir. Dan saat ini hanya satu sisi yang bisa dilalui kendaraan kecil.

“Tahun lalu tidak bisa kita kerjakan karena keterbatasan anggaran. Alhamdulillah tahun ini sudah kita alokasikan anggarannya sebesar Rp 3,8 Miliar,” katanya, Selasa, 30 Mei 2023.

Namun pekerjaan belum bisa langsung dilakukan karena saat ini masih dalam tahapan proses lelang di ULP. Sehingga ia menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan berhati-hati saat melintas jembatan tersebut.

--page

“Sudah ada papan pemberitahuan agar truk muatan tidak melintasi jembatan tersebut, kami harap agar dapat dipatuhi, agar jembatan tidak semakin rusak yang dapat membahayakan pengendara lain,” imbaunya.

Jalan dan jembatan ini merupakan salah satu pintu masuk utama menuju kota Nanga Bulik. Konstruksi jembatan tersebut sudah bermasalah sejak dua tahun terakhir dan sudah ditimbun dua kali untuk menutupi penurunan jembatan agar jalan kembali rata. (HENDI NURFALAH/R)