BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para pelaku terorisme menggunakan berbagai modus  untuk merekrut para pemuda agar tertarik bergabung dengan organisasi radikal yang mengatasnamakan pemahaman tertentu. 


Selain itu anggota organisasi radikal ISIS juga mempunyai trik dan target perekrutan tertentu menggunaan berbagai cara serta pendekatan agar banyak orang bersedia bergabung dengan mereka.


Agar para pemuda di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak terjebak bujuk rayu para radikalis itu, Polres Kobar menggelar Sosialisasi Bahaya Faham Radikalisme, di Mapolres Kobar, Kamis (24/3/2016).


Bertindak sebagai narasumber dalam sosialisasi itu adalah Kabag Analis Polda Kalteng AKBP Kisnadi yang memaparkan bahaya radikalisme kepada tokoh masyarakat dan para pelajar di Kobar.


Menurut Kisnadi, pemahaman anggota ISIS tentang agama bahwa menganggap faham Islam yang dianut mereka adalah yang paling benar dan yang tidak sefaham mereka dianggap salah.


"Ada beberapa alasan para pemuda tertarik bujuk rayu para radikalis tersebut. Di antaranya para pemuda tersebut sedang mencari identitas atau jati diri, butuh perasaan kebersamaan, ingin memperbaiki sesuatu yang dipandangnya sebagai ketidakadilan dan mencari sensasi dan kegagahan. Sehingga pemuda tersebut menjadi tertarik dan simpati kepada akun medsos atau website proradikal teroris yang disebarkan melalui internet," paparnya.(WAHYU KRIDA/m)