BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur mengerahkan satu unit alat berat berupa eksavator untuk menuntaskan pembongkaran Bundaran Tidar, Selasa, 30 Mei 2023.
Pengerahan alat berat itu dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dibantu Dinas Perhubungan dan Polisi lalu lintas untuk mengamankan arus lalu lintas di simpang empat Tidar.
"Hari ini kami fokuskan untuk melakukan pembongkaran untuk Bundaran Tidar dan langsung diaspal," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kotim melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jalan, Jembatan dan Draenase DPUPRPRKP Kotim, Slamet Giartono, Selasa, 30 Mei 2023.
Sebelumnya, Bundaran Tidar ddirencanakan hanya dikecilkan oleh Dinas Perhubungan selaku pihak yang melakukan kajian. Namun akhirnya dibongkar total.
"Pertimbangannya apabila dikecilkan akses pemeliharaannya agak susah dan putar baliknya agak kurang pas. Lebih baik dihilangkan," ujarnya.
Slamet mengatakan pembongkaran total Bundaran Tidar karena arus lalu lintas dibkawasan itu semakin padat. Kendaraan harus melingkar terlebih dahulu, ditambah kondisi jalan sempit membuat antrean kendaraan mengular.
--page
Untuk pengaturan lalu lintas di simpang 4 Tidar telah diatur dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau lampu lalu lintas sehingga keberadaan dan fungsi bundaran sebagai pemecah arus lalu lintas tidak diperlukan lagi.
"Tambah banyak mobil lalu lintas Tjilik Riwut, perumahan Tidar juga semakin banyak penduduknya sehingga pengguna jalan juga bertambah," demikian Slamet. (DEWI PATMALASARI/R)









