BORNEONEWS, Palangka Raya - Handono, alias Aan, 26, benar-benar tak mampu membendung rasa amarah. Warga asal Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, itu nekad memukul pacar mantannya bernama Tri Wahyudi, 23, lantaran terbakar api cinta.
Bahkan keesokan harinya lagi, lulusan sarjana Tekhnik Informatika ini kembali datang dan mencoba melancarkan aksi untuk kedua kalinya. Tapi gagal. Tri menghindar.
Akibat perbuatan tersebut, Aan kini berurusan dengan hukum. Dia diproses di Polsek Pahandut, Palangka Raya.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 22.15 WIB. Bermula ketika Aan bersama rekannya, Andreas, sedang makan pentol di Jalan Yosudarso, tidak jauh dari Hypermart. Sesaat kemudian, dia melihat Tri Wahyudi berboncengan dengan temannya, Sabianur untuk membuang sampah.
Aan langsung mengejar menggunakan motor. Ketika memasuki Jalan Sisingamangaraja, dia melihat botol dan mengambilnya. Begitu korban turun dari motor untuk membuang sampah, persisnya di Jalan Patimura, Aan juga turun dan langsung memukulkan botol itu ke bagian kepala Tri hingga botol tersebut terpecah. Sesaat kemudian, Aan kabur.
Keesokan harinya, Aan mengaku hendak meminta maaf kepada Tri Wahyudi. Dia pun datang ke barak sewa Tri Wahyudi di Jalan Patimura. Namun begitu sampai di barak tersebut, dia melihat mantan pacarnya bernama Litfi, 22, atau yang kini berpacaran dengan Tri Wahyudi berada di tempat tersebut.
“Saya cemburu lagi. Terus saya pukul, tapi tidak kena. Dia menghindar,” terang Aan di Polsek Pahandut, Kamis (24/3/2016).
Usai kejadian itu, Aan pulang ke kampung halaman. Namun begitu orang tua Aan mengetahui tindakan itu apalagi telah dilaporkan oleh korban ke polisi, Aan lalu diminta orang tua untuk menyerahkan diri. Aan kemudian menyerahkan diri ke Polres Gunung Mas. Selanjutnya pada Selasa (22/3/2016) malam, Aan dijemput oleh aparat Polsek Pahandut.
Menurutnya ceritanya, Aan mengaku sebenarnya telah memiliki istri bernama Sana. Hasil hubungan itu dikaruniai satu anak. Aan kemudian berselingkuh karena memacari Litfi.
Hubungan pacaran antara Aan dan Litfi berjalan sejak empat tahun silam. Mulanya lancar, meskipun disebutnya Litfi mengetahui jika dia juga memiliki istri dan anak. Namun dampak hubungan itu membuat status suami-istri bersama Sana,retak.
Sejak setahun lalu, Aan dan Sana pisah ranjang. Kemudian Litfi juga mulai menjauhi hubungan pacaran dengan Aan. Baru-baru ini hubungan keduanya putus. Aan menduga, putusnya hubungan dengan Litfi gara-gara Tri Wahyudi.
Setelah merasakan dinginnya jeruji besi, Aan mengaku menyesali perbuatan penganiayaan tersebut.
“Saya menyesal sekali. Tidak enak dipenjara. Sangat pusing. Tapi saya ikhlas menyerahkan diri. Dan saya tidak akan mengulangi lagi,” aku Aan. (BUDI YULIANTO/m)


