PESERTA diskusi Mengurai Krisis Listrik di Kobar, mengritik minimnya komunikasi PLN Rayon Pangkalan Bun dengan masyarakat. Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Salsa Forum di Cafe Salsa, Pangkalan Bun Kamis (24/3/2016) petang, itu PLN diminta memperbaiki komunikasinya dengan masyarakat.

"Polemik di masyarakat adalah tidak adanya pemberitahuan persoalan terjadinya gangguan listrik. PLN sebaiknya lebih aktif menyosialisasikan segala informasi terkait kendala dan gangguan listrik yang terjadi. Terkait kendala pelaksanaan pengamanan jaringan listrik dari gangguan eksternal. PLN seharusnya turun ke lapangan, maupun melalui Facebook atau media sosial," ujar Ujang Basnu Mulkan, salah seorang peserta diskusi.

Senada, diungkapkan oleh Rahmat Hidayat, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP). "PLN tidak secara detail menjelaskan persoalan dan gangguan yang terjadi. PLN juga terkesan eksklusif, bahkan tidak mau berkoordinasi dengan pemangku kebijakan lain. PLN harus bisa menjalin komunikasi dan berbagi peran dengan pemangku kebijakan," papar Rahmat.

"PLN harus bisa menggunakan segala kesempatan untuk menyosialisasikan dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya melalui car free day. Terkait persoalan gangguan pohon, PLN tidak bisa bertindak sendiri. Harus bisa menggandeng pemerintah daerah," tambahnya.

Sementara Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kobar, Eko Soemarno, mengingatkan pentingnya PLN memahami posisi masyarakat sebagai konsumen. "Konsumen punya hak dari layanan listrik yang diberikan oleh PLN. Wanprestasi masih bisa diwajarkan bila hanya sekali atau dua kali terjadi. Bila terus menerus terjadi, masyarakat akan sulit memahami dan PLN akan terkesan tidak profesional mengelola listrik," tegasnya.

"Jangan sampai listrik menimbulkan gejolak di masyarakat. Sering-sering komunikasikan dengan pemangku kebijakan. Jangan sampai kebijakan PLN tidak dipahami masyarakat atau miskomunikasi," imbuh Maslipansyah, dari kalangan profesional.

Sebelumnya, Manajer PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto menjelaskan penyebab seringnya byarpet adalah kekurangan daya, cuaca, dan insiden karena pohon roboh yang kerap terjadi.

Puncak dari kejengkelan warga Pangkalan Bun dan sekitarnya pada PLN sebelumnya juga diekspresikan melalui demonstrasi yang digelar Senin (21/3/2016) lalu. Seratusan lebih massa mengggeruduk PLN Pangkalan Bun saat itu. (Raden Ariyo/B-10)