BORNEONEWS, Muara Teweh - Banjir bandang menerjang seluruh Kota Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara (Barut). Sebelumnya air tersebut menggenangi rumah warga yang berada di Hulu Lampeong, akibat diguyur hujan sejak Selasa dan Rabu (22-23/3/2016).
Akibat banjir bandang itu, Wakil Bupati Barito Utara Drs Ompie bersama jajarannya turun langsung untuk memantau kawasan banjir bandang di Kecamatan Teweh Timur, Kamis (24/3).
Menurut wabup, sejumlah personel penanggulangan bencana sudah dikerahkan ke beberapa titik untuk mengevakuasi terhadap korban banjir. Adapun desa yang terkena dampak banjir bandang diantaranya Desa Sampirang, Benangin I, Benangin 2 dan Benangin 5, Benangin 3, Liju dan Desa Wakat dengan ketinggian air mencapai empat meter.
“Kami mengimbau warga tetap waspada dan siaga karena kondisi air masih tinggi. Bagi warga yang rumahnya terkena banjir diminta mengungsi ke rumah tetangga yang kondisinya aman dari terjangan banjir bandang,” pintanya.
Sementara itu, Satri warga Benangin menjelaskan, ketinggian air sudah mencapai atap rumah masyarakat yang berada didataran rendah seperti Desa Benangin 5.
Dari kejadian itu, Rabu (23/3/2016), situasi Teweh Timur mencekam, PLN mati, air sungai terus meluap dengan menenggalamkan kota benangin. Bukan hanya itu saja, sejumlah infrastruktur fisik seperti Jalan Provinsi di Km 58 mengalami longsor dan kerusakan cukup parah. (AGUS SIDIK/m)


