BORNEONEWS, Palangka Raya - Polisi membekuk komplotan pembobol 500 HP milik Toko Ponsel Pelangi di Jalan Pilau, Palangka Raya.
Hanya berselang dua hari pascakejadian pada Rabu (23/3/2016) sekitar pukul 02.30 WIB, tim gabungan terdiri dari Polsek Pahandut, Polres Palangka Raya, Jatanras Polda Kalteng, Jatanras Polda Kalsel, Polres Banjarbaru dan Polres Banjarmasin meringkus komplotan itu.
Polisi membekuk komplotan itu di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (25/3/2016) dini hari. Kapolsek Pahandut AKP Ani Maryani saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.
"Iya benar sudah tertangkap," ujar Ani, Jumat (25/3/2016) siang.
Namun Ani masih belum menyebutkan nama-nama tersangka dan berapa jumlah komplotan pastinya. Sebab, hasil penangkapan ini masih dalam pengembangan. Tim Buser yang diturunkan juga masih di lapangan. Kabarnya ada lebih dari lima pelaku yang ditangkap.
Sekedar diketahui, pelaku menggasak 500 ponsel berbagai merek di Toko Ponsel Pelangi itu. Setengah jam sebelumnya, juga ada pembobolan di Toko Anugrah Komputer dengan modus yang sama yakni memotong pintu rooling door (untuk Ponsel Pelangi) dan harmonika (Anugerah Komputer) menggunakan alat pemotong besi. Namun di Toko Anugrah Komputer pelaku gagal mengambil barang incaran.
Pembobolan di toko ponsel tersebut dilaporkan korban berinisial Sn, 31, ke Polsek Pahandut. Menurut Sn, sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (22/3/2016), ponsel itu ditutup. Kemudian korban tertidur pada pukul 24.00 WIB. Pembobolan itu baru diketahui ketika ia hendak mengantar anak sekolah sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu (23/3/2016).
Saat keluar dari tempat usahanya itu, ia melihat pintu roolling door sudah sedikit terbuka. Merasa curiga, korban langsung mengecek ke dalam. Tak disangka, ponsel berbagai merk dengan kisaran harga paling murah Rp1 juta dan paling mahal Rp4 juta amblas. Totalnya ada 500 ponsel. Kecuali handphone merk China dengan kisaran harga Rp 800 ribu ke bawah yang ditinggal pelaku. (BUDI YULIANTO/m)


