BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), pada tanggal 21 hingga 31 Mei lalu, Provinsi Kalteng mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH).
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Kota Palangka Raya Catur Winarti melalui Prakirawan cuacanya Rahmad Alfandy menyampaikan, HTH bisa saja berlanjut pada bulan Juni ini.
Dengan prakiraan HTH di bulan Juli mulai 11 hingga 20 hari kedepan, tentunya membuat pemerintah daerah dan masyarakat sekitar di daerah rawan Karhutla agar bisa lebih meningkatkan kewaspadaannya.
"Hari Tanpa Hujan (HTH) di prediksi terjadi 11 sampai 20 hari kedepan. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar waspada potensi cuaca panas ekstrim, angin kencang, kekeringan dan Karhutla," katanya, Kamis, 1 Juni 2023.
Dia melanjutkan, bagi sebagian daerah yang mengalami musim kemarau lebih dahulu, diharapkan para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bisa mempersiapkan teknologi irigasi modern dan konservasi air untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan lahan.
--page
"Tingkatkan kewaspadaan, ancaman kekeringan dan Karhutla ada di depan mata. Masyarakat sebaiknya tidak membuka lahan dengan cara membakar, tapi gunakan metode lain," pungkasnya. (PATHUR/Y)









