BORNEONEWS-Pulang Pisau: Di era moder saat ini, berbagai pengaruh negatif mulai berdampak
pada perkembangan anak-anak usia produktif saat ini. Pengaruh kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat ini semakin tidak bisa terbendung.
Namun bagi para pengelola Pusat Sarana Komunikasi Iklim
(PSKI) Rumah Bambu di Desa Buntoi,Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, kondisi seperti ini dijadikan sebagai tantangan untuk pusat membawa anak-anak
usia produktif ke hal-hal yang lebih positif. Salah satunya dengan
menjadikan Rumah Bambu sebagai pusat kegiatan seni-budaya lokal, seperti tari, drama, pusat
pembuatan barang-barang bernilai seni dan sebagainya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Badan Lingkungan Hidup (BLH)
Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis)/ PSKI Rumah Bambu, Desa Buntoi,
Restono kepada Borneonews, mengatakan, hal itu dilakukan pihaknya
untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif kepada anak-anak usia
produktif dan para remaja yang ada di daerah tersebut.
“Melalui kegiatan ini kita harapkan mampu memberikan kontribusi
positif bagi daerah dan bagi pengembangan moral serta akhlak generasi
penerus Bumi Handep Hapakat. Setidaknya apa yang kita laksanakan ini
mampu membuka cakrawala pikir para generasi muda daerah ini. Harapan
kita nanti anak-anak usia produktif ini mempunyai tingkat
intelektualitas dan kapasitas moral yang tinggi dan dapat berperan aktif dalam
kehidupan nyata,” kata Restono.
Bahkan tidak jarang kondisi kemajuan zaman belakangan ini menyebabkan
maraknya pergaulan bebas dan kemerosotan moral anak-anak bangsa.
Melihat kondisi yang terjadi tersebut, tentunya semua pihak harus
bertanggungjawab untuk melakukan antisipasi dan menciptakan wadah bagi
anak-anak usia produktif melakukan berbagai kegiatan positif. (DY/*)




