GERAKAN Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumatera Utara mengharapkan Pemerintah Indonesia melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) secepatnya melaksanakan eksekusi bagi terpidana mati yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dan tidak usah menunda-nunda waktu yang terlalu lama.


“Narapidana (Napi) permohonan grasinya telah ditolak oleh Presiden RI, segera dieksekusi mati dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumatera Utara, H Hamdani Harahap SH M.Hum di Medan, Jumat.


Pelaksanaan eksekusi mati yang terlalu lama, menurut dia, dapat menimbulkan tanggapan yang kurang baik dari masyarakat dan terbukanya peluang bagi negara asing untuk melakukan intervensi.


“Sebab, dalam pelaksanaan eksekusi mati tahun 2016 ini, cukup banyak warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam kasus penyelundupan dan pengedaran narkoba,” ujar Hamdani.


Dia menyebutkan, pemerintah tidak perlu menggubris protes yang dilakukan negara asing atas pelaksanaan hukuman mati, karena hal ini merupakan kedaulatan Indonesia.


“Negara manapun tidak berhak mencampuri pelaksanaan hukuman mati di Indonesia, karena hal ini merupakan kewenangan negara kita.Dan harus tetap dilaksanakan bagi gembong-gembong narkoba dari beberapa negara asing itu,” kata Pengacara di Sumut.


Hamdani menambahkan, hukuman mati terhadap pengedar narkoba itu, dinilai sangat tepat, karena sudah berapa banyak pelajar maupun generasi muda yang hancur mental mereka akibat pengaruh obat-obat berbahaya itu.


Selain itu, Indonesia telah mengalami darurat narkoba dan rakyat harus diselamatkan dari ancaman yang sangat berbahaya tersebut. Dan narkoba merupakan musuh negara yang harus diberantas dan dicegah masuk ke Indonesia.


Apalagi, dari sekitar 5 juta masyarakat yang menyalahgunakan narkoba itu, dan 40 hingga 50 orang meninggal setiap harinya karena narkotika.


Hal ini tidak boleh dibiarkan dan merupakan tanggung jawab pemerintah, aparat penegak hukum, untuk mencegah peredaran narkoba.


“Granat juga mengapresiasi keputusan MA yang menolak penghapusan hukuman mati di Indonesia.Hukuman mati tersebut masih diperlukan dan terutama bagi gembong narkoba,” katanya.(ANT/B-11)