MELUAPNYA Su­ngai Telang Siung lantaran tingginya intensitas hujan mengakibatkan ratusan rumah warga di Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur (Bartim) terendam banjir dalam beberapa hari terkahir ini. 


Banjir menggenangi 382 rumah warga yang berada di bantaran Sungai Telung Siung, dengan ketinggian air hingga selutur orang dewasa. 


Menurut Anto (36 tahun), warga di sana, akibat bencana tersebut aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di sana terpaksa diliburkan. Tidak itu saja, aktivitas warga juga sempat lumpuh. 


Walaupun begitu, ia menga­presiasi pemerintah kabupaten dengan melibatkan TNI dan Polri yang telah peduli dan sigap terhadap korban bencana banjir tersebut. Pemkab sudah memberikan bantuan yang diperlukan  warga, berupa sembako dan mendirikan pos pelayanan kesehatan.


Sementara itu, Kapolres Bartim AKBP Teguh Widodo membenarkan pihaknya bersama tim terpadu penanggulangan bencana Kabupaten Bartim yang terdiri dari Polri, TNI, Disosnakertrans, dan Dinkes, telah melakukan pendataan dan penanganan kepada

penduduk yang terkena dampak bencana Banjir tersebut. “Bersama tim terpadu kami mendirikan posko bencana serta memberikan bantuan dan mendirikan pos pelayanan kesehatan.”


Terpisah, Kasi Bencana Dan Bantuan Sosial Disnakertrans Kabupaten Bartim Lemiati mengatakan, kondisi air yang merendami rumah warga di Kecamatan Paju Epat setinggi lutut orang dewasa. Dan hasil dari pendataan rumah warga yang terkena musibah tersebut sebanyak 382 kepala keluarga (KK).


Adapun rumah warga yang digenangi air, yakni di Kalina­pu 63 KK, Juru Banu 141 KK, Telang Baru 130 KK, Tampu Langit 48 KK. “Dan kami tim terpadu yang dibantu TNI/Polri sudah memberikan bantuan sembako dan melakukan pendataan dan penanganan kepada masyarakat yang terkena musibah banjir. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat,” kata Lemiati, Kamis (23/3/2016) lalu. (AI/B-5)