Pohon yang tumbuh di sekitar jaringan listrik menyumbang potensi gangguan cukup besar. Menurut Supervisor Teknis Jaringan PLN Rayon Pangkalan Bun Suprapto, 90% gangguan listrik yang terjadi di Kobar disebabkan karena pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan PLN. 


“Memang ada juga dari hewan, petir dan kerusakan alat di jariangan tapi yang paling banyak mengakibatkan gangguan itu pepohonan, rata-rata sembilan dari sepuluh gangguan eksternal yang terjadi di jaringan listrik PLN disebabkan gangguan fisik berupa pepohonan,” kata Suprapto saat menghadiri forum diskusi terbuka Salsa Forum di Salsa Cafe Jalan Iskandar, Pangkalan Bun, Kamis (24/3/2016) sore.


Ia melanjutkan potensi gangguan pepohonan di Kobar cukup besar terlebih lagi penanaman pohon di Kobar cenderung masih mengabaikan jaringan listrik saluran udara yang terpasang. Sehingga, peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) untuk membuat regulasi (peraturan) soal penanaman pohon mutlak diperlukan.


“Untuk pepohonan yang tumbuh liar di sekitar jaringan listrik, mudah ditebang tapi yang bernilai produktif, seperti Karet dan Sawit milik warga, itu sulit karena sering mendapat penolakan keras dari warga,” terang dia.


Salah satu penggagas Salsa Forum Rudi Irawan mengatakan forum diskusi non formal ini bersifat terbuka. Pihaknya sudah berusaha mengundang perwakilan pemerintah daerah dan anggota DPRD Kobar. Sehingga Salsa Forum bisa menjadi wadah dialog multipihak untuk bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat Kobar ke depan.


 “Apa yang disampaikan pihak PLN itu saya rasa ada benarnya. Tidak ada salahnya coba diterapkan. Walaupun dukungan itu hanya berupa pembuatan peraturan yang penting bisa berbagi peran,” kata dia. (RD/B-8)