BORNEONEWS, Barito Selatan - Bupati Barito Selatan (Barsel) HM Farid Yusran mengingatkan serta melarang para guru main pukul terhadap anak didiknya.


Menurut Farid, anak didik harus mendapat kebebasan dalam berpikir dan bertingkah laku. Jangan sedikit-sedikit main pukul, hal itu tentunya berdampak buruk bagi perkembangan mental anak kedepannya.


“Senakal apapun murid, jangan sampai menjadi alasan guru untuk menghukum dengan kekerasan. Sebab masih banyak cara lain yang lebih mendidik yang sekaligus memberi contoh kedisplinan seperti hukuman skot jump atau push up,” kata Farid Yusran kepada Borneonews, Sabtu (26/3/2016). 


Menurutnya, tindakan kekerasan dan penelantaran siswa sudah tidak boleh ada lagi. Sebab anak didik berhak menikmati masa sekolah dengan perilaku yang wajar.


Jika ada seperti itu, lanjut dia, maka akan berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Karena para murid merasa takut dan akan tertekan berada disekolah. Akibatnya tidak dapat menyerap ilmu pengetahuan dengan tenang.


Untuk itu, pihaknya melalui instansi terkait akan mengawasi guru yang masih melakukan tindakan kekerasan. Guru harus memahami mendidik dengan ketegasan bukan kekerasan.


“Saya tidak mau dengar ada guru yang memukul muridnya. Jika ada yang berkelakuan seperti itu, laporkan kepada saya,” tegasnya. 


Selain itu, ia mengingatkan kepada pihak sekolah atau para guru dalam penggunaan dana BOS dan DAK harus tertib adminitrasi serta jelas laporan penggunaannya. 


“Saya tegaskan kepada guru agar tertib adminitrasi serta laporan pengunaannya jelas. Jika tidak maka nantinya akan berurusan dengan hukum,” tegasnya. 


Ia menambahkan, saat ini banyak guru-guru dari desa ingin pindah ke kota. Jika semua pindah lalu siapa yang mengajar di sana?


“Saya ingatkan lagi, pada saat saudara diangkat menjadi PNS bahwa siap melaksanakan tugas  atau ditempatkan di mana saja,” ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barsel H Raden Sudarto mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima keluhan maupun laporan tentang kekerasan guru terhadap anak didiknya. 


“Kita telah memberikan imbauan kepada para guru, agar tidak melakukan kekerasan atau pemukulan terhadap murid-muridnya,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/m).