BORNEONEWS, Mentawa Baru - Akibat lupa memberi makan buaya peliharaan, perahu jukung peserta lomba dayung dari tim Mentaya Sebrang di Festival Habaring Hurung karam. Tidak hanya itu, satu orang kesurupan.
Festival itu bernama Habaring Hurung yang dilaksanakan di Dermaga Habaring Hurung, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim, Sabtu (26/3/2016).
Lomba dayung itu merupakan olahraga tradisional Kotawaringin Timur. Bagi masyarakat lokal, hal tersebut tak semata lomba biasa. Melainkan juga memiliki gengsi dan prestasi tersendiri. Sehingga banyak ikhtiar yang dilakukan untuk mendapatkan kemenangan, salah satunya dengan meminta bantuan makhluk gaib.
"Iya, saya lupa beri makan sesajen untuk sahabat saya buaya, sehingga dia ngamuk, dan merasuki salah satu orang pendayung putri," ujar Halidin Noor, koordinator tim Dayung Mentaya Sebrang, Kecamatan Seranau, Sabtu (26/3/2016).
Tim dayung yang tenggelam itu adalah tim Putri Mentaya Sebrang, sedangkan yang mengalami kesurupan adalah salah satu pendayung dari tim itu, yakni Indah Karmila, 16.
Kesurupan yang dialami Indah pun berhenti setelah Halidin mau memenuhi permintaan buaya yang dikatakannya sahabat tersebut.
"Saya sudah berjanji akan memberi makan buaya itu sehingga dia tidak lagi mengganggu," ungkap Halidin.
Sementara dalam lomba dayung tersebut, ada belasan peserta dari berbagai kecamatan. Untuk dayung pria di menangi oleh Kecamatan Seranau, Kelurahan Mentaya Sebrang, peringkat dua dari Desa Terantang, Kecamatan Baamang, dan yang ketiga juga dari Mentaya Sebrang.
Sementara untuk dayung putri, diikuti oleh empat tim, dengan juara pertama dari tim Terantang, kedua Terantang, dan ketiga Mentaya Sebrang.
Koordinator Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kotim Kristopel mengatakan, lomba dayung ini merupakan salah satu festival Habaring Hurung yang berlangsung setiap tahun sekali. Dulunya banyak yang mengikuti lomba tersebut, namun saat ini sudah mulai berkurang.
"Memang mulai berkurang, namun nantinya akan kami giatkan kembali," ungkap Kristopel.
Dalam perlombaan tersebut, sebenarnya tim dayung putra ada 14, namun yang turun kelomba hanya delapan tim. Sedangkan perempuan ada delapan tim yang mendaftarkan diri, namun yang hadir hanya empat tim. (M HAMIM/m)


