BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah mengatakan sekolah masih kesulitan menemukan guru Bahasa Sampit.
"Nah itulah kesulitannya. Ketersediaan guru Bahasa Sampit memang sedikit. Kalau berbahasa Dayak Kalimantan Tengah ada (gurunya)," kata Irfansyah.
Dia mengatakan itu ketika pembukaan implementasi model pelindungan bahasa daerah di Aula Anggrek Tewu Kantor Bupati, Senin, 5 Juni 2023. Revitalisasi bahasa daerah dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Timur.
"Kegiatan ini terutama merevitalisasi bahasa Dayak Sampit. Nanti beberapa sekolah akan kami masukkan Bahasa Daerah Sampit untuk muatan lokalnya," ujarnya.
Dia mengatakan, buku penunjang untuk muatan lokal Bahasa Sampit telah ada. Ia berharap segera mendapatkan guru untuk mdngajarkan Bahasa Sampit kepada peserta didik.
--page
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur pernah berkolaborasi dengan Balai Bahasa Pusat untuk membuat video dengan penutur Bahasa Sampit. Penutur itu ia dapat dari siswa karena belum ada guru Bahasa Sampit.
"Kalau siswanya memang ada yang bisa. Biasanya dari daerah pinggiran itu masih masih banyak mereka berbahasa Sampit. Tapi kalau guru-gurunya mungkin agak langka," terangnya.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memunculkan komunitas penutur Bahasa Sampit. Karena bahasa ini hanya mengandalkan penutur, tidak ada alfabet khusus seperti Aksara Jawa. (DEWI PATMALASARI/J)









