BORNEONEWS, Sukamara - Polres Sukamara data sebanyak 38 hospot yang terpantau di Kabupaten Sukamara sejak bulan Januari hingga Juni 2023.
"Hospot untuk sampai saat ini di Kabupaten Sukamara ada 38, terhitung dari bulan Januari sampai dengan Juni 2023. Ini yang terdata di aplikasi BRIN Fire Hospot," kata Kapolres Sukamara, AKBP Dewa Made Palguna pada pres release tersangka karhutla, Senin, 5 Juni 2023.
Menurut dia, setiap titik hospot yang terpantau diaplikasi tidak selalu terjadi kebakaran, karena ada dibeberapa hospot yang terpantau tidak adanya kebakaran tetapi hanya ada bangunan.
"Kami jelaskan, bahwa atap rumah yang menggunakan seng sering terdeteksi hospot. Jadi kami lakukan laporan klarifikasi, tim kelapangan ternyata bangunan rumah seng. Dikebun terdeteksi aplikasi ada hospot, saat dicek ternyata pondok, jadi tidak semua hospot itu pembakaran lahan" ujar Dewa.
Kapolres Sukamara tersebut menambahkan, dalam penanggulangan karhutla, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Bumi Gawi Barinjam.
--page
"Karena langkah-langkah, imbauan dan pencegahan terhadap masyarakat terkait dengan pembakaran hutan dan lahan telah kami lakukan dengan stakeholder terkait," ucapnya.
Sehingga, melalui pers release tersangka MA (48) warga Desa Semantun, Kecamatan Permata Kecubung pelaku pembakaran lahan seluas 0,8 hektar untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat Kabupaten Sukamara agar tidak melakukan hal tersebut.
"Mudah-mudahan dengan kami rilisnya bahwa penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan ini dapat memberikan pembelajaran bagi masyarakat yang lain agar tidak melakukan pembakaran terhadap lahan dan hutan di Kabupaten Sukamara ini, lebih luas di Kalimantan Tengah ini," harap Dewa Made Palguna. (NORHASANAH/Y)









