TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tim gabungan Polres Barito Timur, Polsek Dusun Tengah dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM atau Disdagkop UKM Barito Timur melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji Lenggang atau SPBE, agen elpiji dan pangkalan elpiji di Kelurahan Ampah Kota, Senin, 5 Juni 2023.

Sidak ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kelurahan Ampah Kota dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir.

Terlibat dalam sidak tersebut Kanit IV Satreskrim Polres Barito Timur Ipda Andika Pratistha beserta 3 anggota, Wakapolsek Dusun Tengah Ipda Yefri Budi, Kanitreskrim Polsek Dusun Tengah Aipda Yotry F Heriady beserta 2 anggota serta Kabid Perdagangan Disdagkop UKM Andri Armianto beserta beberapa anggota.

Usai sidak, Kapolres Barito Timur AKBP Viddy Dasmasela melalui Wakapolsek Dusun Tengah Ipda Yefri Budi menjelaskan, hasil sidak di SPBE PT Pesona Dwi Indah Lestari Lenggang stok elpiji di SPBE tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Barito Timur serta tidak ada kendala dalam menyuplai elpiji ke agen.

"Demikian juga distribusi elpiji dari Banjarmasin ke SPBE tidak ada masalah. Sedangkan ke agen setiap hari SPBE mengeluarkan 4.800 tabung elpiji 3 kilogram," ujar Yefri.

--page

Meski demikian SPBE hanya sebatas menyuplai kebutuhan agen yang ada. Sedangkan untuk penyaluran ke pangkalan, SPBE tidak memiliki kewenangan untuk memantau maupun mengatur agar tidak terjadi kelangkaan.

Diketahui, SPBE Lenggang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan elpiji di Barito Timur dan Kabupaten Barito Selatan. Dalam kondisi darurat SPBE dapat membantu kebutuhan Kabupaten Barito Utara namun dibatasi hanya dua truk dengan syarat tetap memprioritaskan kebutuhan di Barito Timur.

Saat melanjutkan sidak ke salah satu agen elpiji, tim gabungan mendapatkan penjelasan bahwa penyaluran elpiji dari SPBE hanya pada bulan ini saja yang lancar, sedangkan pada dua bulan sebelumnya terdapat loading order atau LO yang terutang sehingga menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan.

Namun penyataan agen itu dibantah oleh manajemen SPBE yang menegaskan bahwa kelangkaan elpiji 3 kilogram tidak ada sangkut pautnya dengan LO gantung atau terutang sebanyak 7 truk kepada agen karena LO gantung yang dimaksud telah terjadi sebelum hari raya Idulfitri bulan Mei lalu, sedangkan kelangkaan gas elpiji baru terjadi sekitar 2 hari terakhir.

Selain ke SPBE dan agen elpiji, tim gabungan juga melakukan sidak ke beberapa pangkalan untuk menelusuri penyebab terjadinya kelangkaan elpiji 3 kilogram.

--page

"Hasil sidak kami tidak ada kendala suplai elpiji dari SPBE ke agen-agen yang ada, namun tidak menutup kemungkinan ada pangkalan yang nakal menjual elpiji 3 kilogram bersubsidi keluar dari pangkalan sehingga sebagian masyarakat sekitar tidak mendapatkan jatah, hal ini yang akan diawasi lebih ketat," ungkap Wakapolsek.

Dia melanjutkan, pada hari ini agen telah menyalurkan elpiji 3 kilogram pada tiga pangkalan di sekitar Kelurahan Ampah Kota untuk mengatasi kelangkaan tersebut.

"Di Dusun Tengah hari ini agen telah menyalurkan ke tiga pangkalan yaitu pangkalan yang beralamat di Jalan Raden Susilo RT 05 Ampah Kota milik Haji Jainuri, pangkalan yang beralamat di Jalan KR Soesilo RT 03 Ampah Kota milik Ahmad Hadi dan pangkalan yang beralamat di Komplek Terminal Ampah milik Darkhazin," ujarnya. (BOLE MALO/H)