BORNEONEWS, Nanga Bulik - Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas dalam pencatatan dan pelaporan serta penanggulangan KLB/Wabah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau menggelar pertemuan peningkatan kapasitas bagi petugas suveilans Puskesmas.
Kepala Dinkes Kabupaten Lamandau, Rosmawati menjelaskan, peserta pertemuan tersebut adalah petugas surveilans di puskesmas se-Kabupaten Lamandau. Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Dinkes Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Surveilans epidemiologi merupakan kegiatan penting dalam manajemen kesehatan,” ujar Rosmawati di Nanga Bulik, Selasa, 6 Juni 2023.
Hal itu, kata dia, sebagai dukungan data dan informasi epidemiologi agar pengelolaan program kesehatan khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit, baik menular mupun tidak menular dapat dijadikan dasar suatu tindakan dan kegiatan tertentu agar dapat optimal.
“Informasi epidemiologi yang berkualitas dan akurat merupakan bukti atau dasar yang dapat digunakan dalam proses pengambilan kebijakan dalam pembangunan kesehatan,” sebutnya.
--page
Kasus-kasus penyakit yang ada, lanjut dia, diikuti menurut variabel-varibel epidemologi, variabel orang, variabel waktu dan tempat. Sehingga dari sajian data surveilans yang baik pengendalian penyakit itu bisa fokus dan efektif.
“Agar petugas surveilans mempunyai kemampuan yang baik untuk mengikuti perkembangan penyakit, dan mengikuti faktor resiko atau penyebab dari penyakit itu. Sehingga kita mempunyai keputusan pengendalian yang tepat, efektif, serta bisa membatasi dan mencegah peningkatan kasus yang signiifikan dan bisa dihindari agar tidak menular,” ujarnya.
Ditambahkan Rosmawati, bahwa ini menjadi suatu pekerjaan yang menantang dan mulia ketika bisa menghindarkan dan mencegah penyakit itu muncul di wilayah Kabupaten Lamandau.
“Melalui kegiatan tersebut, kita harapkan para peserta mempunyai pemahaman yang baik tentang surveilans,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/H)









